Wacana PNS Kerja di Rumah, Wali Kota Bekasi: Masih Banyak Kebutuhan Masyarakat Belum Terpenuhi

Namun tidak cukup jika hanya mengubah birokrasinya saja tanpa diimbangi dengan peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pelayanan berbasis teknologi

Wacana PNS Kerja di Rumah, Wali Kota Bekasi: Masih Banyak Kebutuhan Masyarakat Belum Terpenuhi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi usai menghadiri acara peletakan batu pertama kantor IPPAT Kota Bekasi, Senin (8/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengomentari wacana pemerintah pusat, terkait regulasi flexible working arrangement untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memungkinkan bekerja di rumah atau di luar kantor.

Pria yang akrab disapa Pepen ini menilai, wacana tersebut sejatinya sangat baik terlebih di era yang segala sesuatu telah mengandalkan teknologi.

Namun tidak cukup jika hanya mengubah birokrasinya saja tanpa diimbangi dengan peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pelayanan berbasis teknologi.

"Birokrasi yang taktis, birokrasi yang dinamis dan birokrasi yang Thing out of the box, nah ini juga harus sejalan dengan mindset pemikiran masyarakat kita agar dalam mutualis antara proses yang dilayani dan melayani itu ketemu. Kalau salah satu pihak sudah tinggi ke 4.0 sementara masyarakatnya masih (belum sampai) nah enggak ketemu juga," kata Pepen kepada TribunJakarta.com, Senin (12/8/2019).

Politisi Partai Golkar ini mengaku, pembenahan pelayanan birokrasi untuk penyesuaian di era teknologi sampai saat ini terus dilakukan. Upaya-upaya ini menyangkut peningkatan dan pemerataan mutu pelayanan agar dapat menjangkau seluruh masyarakat.

Pemprov DKI Bagikan 5.000 Masakan Daging Kurban yang Dimasak Chef Hotel Bintang Lima

Terkait Dugaan Pungli Camat Matramam, Wali Kota Jakarta Timur: Kita Masih Lakukan Pemeriksaan

Jika kedepan PNS dapat bekerja di rumah atau di luar kantor, menurut dia untuk saat ini masih sulit. Sebab, beberapa pos kerja PNS harus benar-banar terlayani secara penuh.

"Ya kalau era 4.0 nya oke, tapi mindset di birokrasi kita, mindset di masyarakat kita wong sekarang aja yang kita lakukan upaya-upaya percepatan, upaya radikalisasi, upaya-upaya simplikasi, masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi," jelas dia.

Meski begitu lanjut Pepen, perubahan cara kerja birokrasi di masa yang akan datang memang harus mengikuti perkembangan zaman. Terlepas dengan wacana PNS kerja di rumah atau bentuk pelayanan serba digital pasti akan dijumpai di era teknologi yang semakin canggih.

"Tapi itu tantangan buat kita untuk melakukan sebuah era perubahan besar dalam sebuah proses pelayanan, eranya enggak bisa nunggu, jadi harus lebih lari karena yang harus dibangun bukan hanya birokrasinya saja tapi masyarakatnya juga," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved