Ini Agenda Ahok Blusukan di NTT Selama 3 Hari

Ahok akan menyapa warga Kota Kupang dan berdialog secara dekat, santai dan merakyat di halaman kantor DPD PDI Perjuangan NTT.

Ini Agenda Ahok Blusukan di NTT Selama 3 Hari
Warta Kota/Henry Lopulalan
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di ruang kerjanya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (18/9/2014). Ahok sambil berkerja normal menjawab pertanyaan wartawan. 

TRIBUNJAKARTA.COM, KUPANG - Mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga mantan politis PDI-P Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, tiba di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Selasa (13/8/2019) siang.

Saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Ahok disambut sapaan adat selamat datang khas suku Timor atau Natoni, yang dibawakan oleh sejumlah tokoh adat.

Politisi PDI Perjuangan Basuki Tjahja Purnama (BPT) atau Ahok menjadi buruan foto ratusan kader PDIP yang hadir dalam pembukaan Kongres V PDIP di Grand Inna Beach Bali, Kamis (8/8/2019).
Politisi PDI Perjuangan Basuki Tjahja Purnama (BPT) atau Ahok menjadi buruan foto ratusan kader PDIP yang hadir dalam pembukaan Kongres V PDIP di Grand Inna Beach Bali, Kamis (8/8/2019). (Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com)

Kedatangan Ahok di Ibu Kota Provinsi NTT itu dijemput oleh Ketua DPD PDI-P NTT Emi Nomleni, Sekretaris DPD PDI-P Yunus Takandewa dan kader PDI-P yang juga Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore.

Ahok yang mengenakan baju kotak-kotak merah kemudian dikalungi selendang khas NTT berwarna merah.

Ahok lalu beristirahat beberapa saat di ruangan VVIP Bandara El Tari dan berdiskusi dengan para pengurus PDIP NTT.

Sekretaris DPD PDIP NTT Yunus Takandewa, mengatakan, Ahok tiba di Bandara El Tari Kupang pada pukul 12.40 Wita.

"Pak Ahok ke Kupang menggunakan pesawat Batik Air,"ujar Yunus kepada Kompas.com, Selasa pagi.

Setelah itu, pada pukul 14.00 Wita Ahok akan bertemu dan berdialog dengan para tokoh agama di Hotel Naka.

 

Yunus menyebut, pertemuan dengan tokoh agama di NTT, sebagai langkah memperkuat dan membumikan Pancasila sebagai ideologi paripurna yang menjadi falsafah bangsa.

"Tentunya bagi beliau (Ahok), NTT sebagai bumi Pancasila menjadi strategis posisinya agar tetap menjadi Nusa Terindah Toleransinya,"ujar Yunus.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved