Kisah Martin Bule Kanada yang Ikut Potong Daging Kurban, Akui Nyaman Tinggal di Depok

Pria asal Kanada, Martin Pistagnesi (45) sudah kurang lebih empat tahun tinggal di Depok, Jawa Barat.

Kisah Martin Bule Kanada yang Ikut Potong Daging Kurban, Akui Nyaman Tinggal di Depok
TribunnewsBogor.com/Tsaniyah Faidah
Martin Pistagnesi (49), seorang WNA mualaf ikut memotong daging kurban Idul Adha di Depok, Jawa Barat, Minggu (11/8/2019) 

"Saya melakukan dari hati saya untuk bantu sesama. Ketika orang lain enggak punya makanan, ini cara kita untuk memberikannya," terangnya.

Bagi Martin Pistagnesi, ia ikut membantu memotong daging kurban bukan untuk diakui atau diterima oleh warga Depok.

Lebih penting, kata Martin Pistagnesi, ia melakukannya untuk membantu pihak panitia dalam membagikan daging ke orang yang layak dibantu.

"Saya melakukan ini bukan karena ingin diakui, diterima. Atau orang-orang jadi banyak yang suka karena saya bule. Saya bantu karena ingin berbagi," akunya.

Dalam sudut pandangnya, warga di lingkungannya memiliki karakter terbuka secara pikiran.

"Di cluster ini, orang-orang tersenyum dan baik kepada saya. Mereka memiliki pemikiran terbuka. Saya mudah berbaur dengan mereka," ungkapnya.

Cari Kenyamanan di Depok

Martin Pistagnesi di kediamannya,Senin (12/8/2019).
Martin Pistagnesi di kediamannya,Senin (12/8/2019). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Martin Pistagnesi merasa nyaman tinggal di Depok, Jawa Barat.

Ia tak ingin tinggal di Kanada karena kebiasaan yang jauh berbeda ketimbang di Depok.

Ibarat alon-alon asal Kelakon, menurutnya, hidup di Depok lebih tenang dan perlahan dan tak dituntut serba cepat.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved