Pemkab Tangerang Imbau Warga Tidak Unggah Data Pribadi ke Medsos Karena Rentan Praktik Jual Beli

Menurutnya, saat ini masyarakat Kabupaten Tangerang masih suka mengunggah data pribadinya di media sosial untuk keperluan yang tidak jelas.

Pemkab Tangerang Imbau Warga Tidak Unggah Data Pribadi ke Medsos Karena Rentan Praktik Jual Beli
Warta Kota/Henry Lopulalan
ilustrasi.Petugas menjukan e-KTP warga yang sudah selesai di Kelurahan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017). Terbatasnya blangko e-KTP dan rusak alat cetak membuat pihak keluarahan tidak sepenuhnya kebutuhan e-KTP. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang mengimbau warganya tidak mengunggah data pribadi ke media sosial.

Pasalnya, marak pihak-pihak tidak bertanggungjawab menyalahgunakan data pribadi korbannya untuk tindakan pidana.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Tangerang, Syafrudin menjelaskan, data yang tertulis di KTP elektronik dan kartu keluarga bersifat rahasia dan tidak perlu diunggah di media sosial.

Atau pun platform yang terhubung dengan jaringan internet.

"Data itu akan muncul dalam mesin pencari atau search engine Google, sehingga mudah disalahgunakan. Bahkan bisa diperjualbelikan oleh pihak yang tak bertanggungjawab," jelas Syafrudin saat dihubungi, Selasa (13/8/2019).

Larangan tersebut setelah tersebarnya kabar praktik jual beli data Nomor Induk Kependudukan (NIK), KTP elektronik, dan Kartu Keluarga (KK) di sebuah grup yang tersebar di google.

"Contohnya pas ketik KTP elektronik' di Google, dalam sekejap bakal muncul ribuan data dan gambar KTP elektronik yang gambarnya tidak diburamkan," ungkap Syafrudin.

Penghormatan Terakhir Diberikan kepada Polycarpus Swantoro, Pendiri Kompas Gramedia

Serba-serbi Pemotongan Hewan Kurban: Jempol Ikut Terpotong di Mesin Pemotong dan Disepak Sapi

Kebanyakan Makan Daging Kambing dan Sapi Saat Idul Adha: Ini 8 Buah yang Bisa Turunkan Kolestrol

Menurutnya, saat ini masyarakat Kabupaten Tangerang masih suka mengunggah data pribadinya di media sosial untuk keperluan yang tidak jelas.

Kata dia, bahkan tanpa disadari data tersebut secara tidak langsung sudah menyebar luas saat masyarakat memakai jasa perhotelan.

"Data sudah kita sebarluaskan sendiri saat masuk hotel, perkantoran dan lain-lain yang mana tak ada jaminan atas keamananya. Akan tetapi, kami memastikan bila data-data administrasi yang dijualbelikan dan sempat viral bukan dari masyarakat sini," ungkapnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved