Pemprov DKI Siapkan Rp 3 Triliun Bangun Tempat Pembuangan Sampah

Pemprov DKI Jakarta bakal siapkan sekitar Rp 3 Triliun guna membuat tempat pembuangan sampah (TPS) di sejumlah wilayah ibu kota.

Pemprov DKI Siapkan Rp 3 Triliun Bangun Tempat Pembuangan Sampah
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Tempat pembuangan sampah di tengah-tengah permukiman RW 07 Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (3/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta bakal siapkan sekitar Rp 3 Triliun guna membuat tempat pembuangan sampah (TPS) di sejumlah wilayah ibu kota.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jakarta, Ramly Muhammad, setelah acara rapat APBD DKI Jakarta perubahan 2019, di kantor DPRD DKI Jakarta, Selasa (13/8/2019).

"Anggaran yang disiapkan itu kurang lebih Rp3 Triliun untuk membeli tanah dan semua perlengkapan yang akan dibangun," ucap Ramly Muhammad.

Hal tersebut dilakukan Pemprov DKI lantaran enggan memberi upeti kepada Pemprov Bekasi ketika ingin membuang sampah di kawasan Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

"Mobil sampah milik Pemprov DKI itu, ditahan pas mau sampai Bantargebang, malah diminta upeti," ujar Ramly.

Ramly melanjutkan Pemprov DKI akan membuat TPS sendiri di sejumlah wilayah Jakarta.

"Dan sekarang sudah dicobakan di Sunter (Jakarta Utara). Selanjutnya, untuk lima wilayah di kota Jakarta harus dibuat," imbuh Ramly.

Jika telah dibangun, maka Pemprov DKI Jakarta tak lagi bergantung dengan Bantargebang.

"Jadi, yang jelas kami tidak tergantung sama Bantargebang lagi," ucap Ramly.

Namun, Ramly belum tahu kapan rencana tersebut akan terlaksana.

Lama Tak Keluar Kamar, Kuasa Hukum Korban First Travel Meninggal Dunia

3 Kontrakan di Cakung Terbakar, Korban Luka Bakar Dilarikan Ke RS Islam Pondok Kopi

Mulai dari pencarian lahan atau tanah untuk dibangun TPS.

"Nah, itu kami serahkan kepada SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Kami tidak tahu beli tanahnya di mana. Mereka (SKPD) sendiri yang cari," ujar Ramly.

Sementara, Ramly menambahkan, rencananya sampah-sampah yang tertampung pada TPS, akan dikelola menjadi energi listrik.

"Nanti sampahnya bakal dikelola menjadi energi listrik. Orang Norwegia yang ikut kami kontrol ke lapangan saja, sampahnya dibeli untuk dikelola. Kok sampah kita, tidak bisa dikelola sendiri," tutup Ramly.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved