Puas Dapat 8 Kursi DPRD, PSI: Kami Akan Terapkan Asas Keterbukaan Dalam Bekerja

ia pun menyebut para anggota dewan dari Partai PSI akan menerapkan asas keterbukaan dalam bekerja.

Puas Dapat 8 Kursi DPRD, PSI: Kami Akan Terapkan Asas Keterbukaan Dalam Bekerja
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI), Idris Ahmad, saat menjadi pembicara, pada konferensi pers di kantor DPP PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku puas dengan hasil perolehan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta periode 2019-2024.

Pasalnya, partai baru tersebut berhasil memperoleh delapan kursi anggota DPRD DKI Jakarta dengan perolehan total suara mencapai 404.508.

"Kami bersyukur bahwa kami dapat suara itu 400 ribu lebih. Suara tertinggi keempat sebenarnya, tapi kalau kursi memang kami keenam," ucap Idris Ahmad, anggota DPRD DKI Jakarta terpilih periode 2019-2024 dari PSI, Selasa (13/8/2019).

Ia pun menyebut, bila digabungkan dengan peroleh suara di DPR RI, maka PSI berhasil mendulang 500 ribu lebih suara.

"Artinya kalau di Stadion Gelora Bung Karno itu penuhnya bisa tiga sampai empat kali," ujarnya.

"Jadi banyak sebenarnya yang percaya dan memberikan amanah bagi wakil rakyat dari PSI," tambahnya menjelaskan.

Untuk menjawab kepercayaan masyarakat tersebut, ia pun menyebut para anggota dewan dari Partai PSI akan menerapkan asas keterbukaan dalam bekerja.

Dimana, masyarakat bisa memantau dan mengawasi anggota dewan yang mereka pilih pada 17 April 2019 lalu.

"Hal pertama yang akan kami lakukan adalah keterbukaan kinerja kami. Jadi kami pastikan bahwa anggota dewan di Jakarta bisa dipantau dan diawasi oleh warga," kata Idris.

Polisi Ungkap Peredaran Uang Palsu Senilai Puluhan Juta Rupiah di Tangerang

Gerindra Tak Puas Cuma Dapat 19 Kursi DPRD DKI Periode 2019-2024, Syarif: Target Kami 31 Kursi

Bahkan, ia pun mengatakan, masyarakat bisa memberi penilaian dan masukan secara langsung kepada anggota dewan tersebut.

"Jadi masyarakat bisa tahu kerjaan harian anggota DPRD apa, pertanggung jawabannya kegiatannya seperti apa, dan apa yang kami lakukan," ucapnya.

Hal ini dilakulan lantaran ia menilai, kinerja dewan terdahulu terkesan ditutup-tutupi sehingga masyarakat tidak mengetahui kinerja anggota DPRD.

"Warga menanti, sebenarnya kinerja DPRD ngapain sih? Kerjaannya ngapain sih? Itu yang akan kami buka semuanya dan dimulai dari budaya kerja fraksi kami sendiri," kata Idris.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved