Kasus 22 Mei

Sidang Perdana Kasus 22 Mei, Terdakwa Diimingi Rp 50 Ribu untuk Buat Kerusuhan

Puluhan terdakwa kasus kerusuhan 22 Mei 2019 menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Para terdakwa kerusuhan 22 Mei menjalani sidang perdana di PN Jakarta Barat, Selasa (13/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Puluhan terdakwa kasus kerusuhan 22 Mei 2019 menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Lantaran banyaknya terdakwa, persidangan kasus ini menggunakan tiga ruang sidang.

Adapun Majelis hakim PN Jakarta Barat membagi sidang tersebut menjadi 21 perkara.

Satu diantaranya digelar di ruang sidang 5 PN Jakarta Barat dengan no perkara 1284/Pid.B/2019/PN Jkt.Br yang melibatkan 11 terdakwa.

Mereka adalah Ardiansyah, Alfi Syukra, Dian Masyhur, Dimas Aditya, Wahyudin, Ahmad Irfan, Nur Fauzi Sambudi, Said Zulsultan, Rahmat Alwi, Arfal Maulana, dan Zamahsari.

Dalam persidangan yang beragendakan pembacaan terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Anggia Yusran mengungkapkan, ada salah satu terdakwa yakni Ardiansyah yang mendapatkan perintah untuk menyerang kantor Bawaslu.

Perintah tersebut didapat dari dua orang bernama Rusdi Munir dan Habib Muhammad Abdurrohman Al Habsyi.

"Apabila berhasil, terdakwa dijanjikan mendapatkan uang Rp 50 ribu," kata Anggia di PN Jakarta Barat, Selasa (13/8/2019).

Selain keduanya, ada juga terdakwa atas nama Dian Masyhur yang diiming-imingi uang Rp 50 ribu untuk ikut demo di depan kantor Bawaslu.

Halaman
12
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved