Besok, PN Jakarta Timur Gelar Sidang Gugatan Kivlan Zen Terhadap Wiranto Terkait PAM Swakarsa

Sidang perdana gugatan yang diajukan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen terhadap Jenderal (Purn) Wiranto terkait pembentukan PAM Swakarsa tahun 1998.

Besok, PN Jakarta Timur Gelar Sidang Gugatan Kivlan Zen Terhadap Wiranto Terkait PAM Swakarsa
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mayor Jenderal TNI Purn Kivlan Zen tiba di gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Rabu (29/5/2019). Kivlan Zein diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Sidang perdana gugatan yang diajukan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen terhadap Jenderal (Purn) Wiranto terkait pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat (PAM) Swakarsa tahun 1998 digelar Kamis (15/8/2019).

Pengacara Kivlan Zen, Tonin Tachta Singarimbun mengatakan sidang gugatan perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur rencananya berlangsung pada siang hari.

"Kalau jadwalnya pukul 10.00 WIB, kalau lawan enggak datang mungkin bisa ditunggu sampai pukul 14.00 WIB," kata Tonin saat dihubungi di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (14/8/2019).

Dalam sidang besok, perwakilan pihak penggugat dan tergugat harus hadir dalam persidangan guna dilakukan mediasi terkait gugatan perdata.

Tonin menuturkan majelis hakim nantinya bakal berupaya melakukan mediasi kedua pihak terkait perkara yang diajukan kliennya.

"Dalam gugatan jelas, tapi kalau ada perdamaian beda nanti kan. Ada mediasi nanti, kalau perdamaian kan di luar apa yang dituntut. Kalau mediasi nanti ya tergantung," ujarnya.

Perihal bantahan Wiranto atas dana pembentukan Pam Swakarasa tahun 1998 yang disebut Tonin membuat kliennya merugi.

Dia menyebut benar atau tidaknya Wiranto yang kala itu menjabat Panglima ABRI menerima uang sebesar Rp 10 miliar untuk pembentukan Pam Swakarasa bakal terungkap di meja hijau.

"Kalau dia bilang enggak benar, dijawaban dia akan terbukti. Tanya aja dulu pak (Mantan Presiden) Habibie, pernah enggak kasih Rp 10 miliar? Tanya saja dulu," tuturnya.

Gugatan yang diajukan Kivlan Zen berawal pada tahun 1998 saat dia diperintahkan Wiranto membentuk PAM Swakarsa dalam rangka pengamanan Sidang Istimewa MPR pada tanggal 10-13 November 1998.

Menurut Tonin mantan Presiden Habibie memberi dana Rp 10 miliar terkait pembiayaan operasional anggota Pam Swakarasa.

Dinas Lingkungan Hidup Tangsel Urai Tumpukan Sampah Berasap di Serpong Utara

Lolos ke Final DBL DKI Jakarta West Region, Pelatih Bukit Sion Soroti Kelengahan Defense Timnya

Namun Wiranto hanya menyerahkan Rp 400 juta sehingga Kivlan disebut Tonin harus berhutang ke berbagai pihak memenuhi kebutuhan akomodasi Pam Swakarasa.

"Karena peristiwa itu, Pak Kivlan dirugikan karena buat Pam Swakarsa dikasih uang 400 juta, padahal butuh Rp 8 miliar. Habis uangnya (Kivlan) sampai dia jual rumah, utang di mana-mana, tidak dibayar-bayar," kata Tonin, Senin (12/8/2019).

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved