Dua Trayek Baru Transpatriot akan Dioperasikan oleh Pihak Ketiga

Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP), menggandeng pihak ketiga untuk mengoperasikan dua trayek baru angkutan umum Transpatriot

Tayang:
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Sejumlah penumpang TransPatriot saat menunggu keberangkatan bus dari Terminal Bekasi, Kamis, (3/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP), menggandeng pihak ketiga untuk mengoperasikan dua trayek baru angkutan umum Transpatriot milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Direktur Utama PDMP Tubagus Hendra mengatakan, pihaknya selaku badan usaha yang dimandatkan mengelola Transpatriot dalam waktu dekat akan melayani dua trayek baru yakni, Wisma Asri - Sumber Arta dan Summarecon - Vida Bantar Gebang.

Sebanyak 20 bus yang disiapkan untuk melayani kedua trayek baru tersebut. Bus itu merupakan hibah yang diberikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk Kota Bekasi.

Operator yang akan menjalankan 20 armada bus adalah PT. Priatman Sarana Abadi (PSA), perusahaan itu kata Hendra, cukup pengalaman dan berani membuat trobosan dengan menggandeng PT. Teknologi Rancang Olah Nusantara (TRON) sebagai penyedia aplikasi untuk tiket layanan penumpang.

"Kita beberapa kali cari partner rata-rata enggak sanggup, bahkan Damri pun enggak sanggup karena investasi kedepan ini lumayan cukup besar," kata Hendra.

PT. PSA sendiri lanjut Hendra bukan pemain baru dalam hal bisnis transportasi, di beberapa daerah perusahaan tersebut sudah banyak mengembangkan bisnisnya.

"Untuk didaerah PSA sudah berpengalaman, tapi untuk kerja sama dengan BUMD baru disini aja," ujar dia.

Petugas Dishub Sosialisasi Perluasan Ganjil Genap di Gandaria City

Ancol Targetkan 160 Ribu Pengunjung di Momen HUT ke-74 RI

Selaku operator, PT. PSA memiliki tanggung jawab mengoperasikan 20 armada bus Transpatriot. Segala biaya operasional baik Sumber Daya Manusia (SDM) seperti supir akan disiapkan perusahaan tersebut.

"Semua kelengkapan surat-surat kendaraan dari mereka, pul dari mereka, lalu SDM dari mereka semua, investasi mereka per tahun sekitar Rp 5 miliaran lah kira-kira," jelas dia.

Adapun untuk rencana bisnis, PT. PSA juga secara mandiri akan berupaya mendapatkan pemasukan dengan memanfaatkan potensi yang ada. Misal, iklan memanfaatkan ruang-ruang di badan bus akan menjadi salah satunya.

"Nanti PSA akan berkolaborasi dengan TRON sebagai penyedia tiket dan sistem pembayaran, semua potensi income yang ada akan menjadi nilai yang diharapkan dapat menciptakan suatu keuntungan," jelas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved