Pemilih Tradisional Loyal Jadi Kunci Golkar Kuasai Legislatif dan Eksekutif Tangsel

Golkar memperoleh 10 kursi, sedangkan tiga partai besar lain di bawahnya, Gerindra, PDIP dan PKS mendapat delapan kursi.

Pemilih Tradisional Loyal Jadi Kunci Golkar Kuasai Legislatif dan Eksekutif Tangsel
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Wali KotaTangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, di ruang sidang DPRD Tangerang Selatan, Setu, Kamis (1/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Sejak terbentuk pada 2008 dan menggelar Pilkada pertamanya pada tahun 2010, Partai Golkar selalu merajai Tangerang Selatan terutama di kursi eksekutif.

Dominasi Golkar bahkan sudah terbentuk sejak masih Kabupaten Tangerang, sebelum mekar menjadi Tangsel di bawah kepemimpinan Ismed Iskandar, dan selanjutnya digantikan Airin Rachmi Diany yang menang pada Pilkada pertama Tangsel 2010 dan ditetapkan sebagai wali kota pada 2011.

Airin kembali melenggang sebagai orang nomor satu di Tangsel setelah memenangkan Pilkada ke duanya pada 2016.

Sedangkan di legislatif, Golkar baru memegang Tangsel sejak Pileg 2014 dan berlanjut sampai Pileg 2019 yang perolehan kursinya baru saja diketuk palu oleh KPU Tangsel beberapa hari lalu.

Golkar memperoleh 10 kursi, sedangkan tiga partai besar lain di bawahnya, Gerindra, PDIP dan PKS mendapat delapan kursi.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengamati, bahwa partai berlogo pohon beringin itu sudah memiliki basis pemilih tradisional yang loyal.

Hal itu membuat Golkar seakan harga mati, dan sulit berubah.

"Golkar memiliki pemilih tradional loyal yang tak mungkin pindah ke lain hati," terang Adi saat dihubungi TribunJakarta.com, Rabu (14/8/2019).

Terpaan negatif kepada Airin tak membuat pemilih Golkar kabur dan pindah ke partai lain.

Sambut HUT ke-74 RI, Manusia Pocong Ikuti Perlombaan di Terminal Kalideres

Teka-teki Penemuan Tulang Belulang Manusia di Tegal Terkuak: Pelaku 5 Orang, 2 Diantaranya Perempuan

Khasiat Tanaman Bajakah: Ini Testimoni Penyintas Kanker Payudara yang Menderita Sejak 1980

Seperti diketahui, Tangsel di bawah kepemimpinan Airin banyak diterpa isu korupsi, termasuk korupsi pengadaan alat kesehatan yang akhirnya menjebloskan Tubagus Chaeri Wardana, suami Airin, ke penjara.

Belum lagi yang belakangan santer mengenai isu pungli di dunia pendidikan Tangsel.

Adi menyebut Airin bukanlah tokoh sentral di Golkar. Dalam hal legislatif, seluruh caleg bergerilya masing-masing merebut pemilih.

"Anatomi kekuatan politik Golkar bukan pada person ketua Golkar Tangsel, tapi terletak pada caleg-caleg yang bergerilya masif merebut suara pemilih. Tak heran meski Airin kerap diterpa isu miring suara Golkar tetap kuat," ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved