Cerita Intan Maulida, Bercita-Cita Jadi Pengusaha Hingga Terpilih Jadi Paskibraka DKI Jakarta

Intan pun mengakui bahwa perjuangannya untuk sampai ke dalam posisinya saat ini, dibutuhkan kerja keras.

Cerita Intan Maulida, Bercita-Cita Jadi Pengusaha Hingga Terpilih Jadi Paskibraka DKI Jakarta
TribunJakarta.com/Pebby Adhe Liana
Intan Maulida, siswi kelas 11 SMA Negeri 58 Jakarta Timur terpilih sebagai anggota tim pasukan pengibar bendera pusaka atau Paskibraka Provinsi DKI Jakarta. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Intan Maulida, anggota tim Paskibraka Provinsi DKI Jakarta merasa terharu saat mengerahui dirinya resmi menjadi pasukan pengibar bendera merah putih DKI untuk 17 Agustus 2019 mendatang.

Tak pernah bermimpi menjadi seorang paskibraka, siswi kelas 11 SMA Negeri 58 Jakarta Timur itu memiliki cita-cita sebagai seorang pengusaha.

"Aku pengen jadi pengusaha, udah dari dulu. Pengen ciptain lapangan kerja buat warga Indonesia. Awalnya aku sama sekali nggak tertarik paskibra," kata Intan di Balai Kota, Kamis (15/8/2019).

Intan bercerita, bahwa dirinya awalnya tak begitu tertarik untuk menjadi seorang paskibraka.

Namun, ketika terjun ke dalam dunia paskibra ia justru sering mengikuti kompetisi hingga akhirnya meraih kejuaraan.

Hal ini lah yang kemudian membawa Intan pada keinginan untuk mengibarkan sang merah putih di 17 Agustus 2019 mendatang.

"Pas waktu pertama kali nama aku disebut masuk dalam daftar lolos capaska Jakarta Timur aku bangga banget. Karena aku sendiri nggak nyangka, waktu seleksi aku liat banyak banget orang-orang yang lebih pantas," bebernya.

Jelang Madura United vs Persija: Marko Simic Usung Misi Bangkit, Tuan Rumah Tanpa Greg dan Rakic

Wali Kota Depok Ditantang Tunjukan Sebidang Trotoar Ramah Pejalan Kaki

Intan pun mengakui bahwa perjuangannya untuk sampai ke dalam posisinya saat ini, dibutuhkan kerja keras.

Selain melatih diri untuk memiliki fisik yang kuat, ia pun mengaku harus mengorbankan beberapa hari waktu di sekolahnya untuk melaksanakan latihan.

Intan mengatakan harus meminta dispensasi sekolah selama dua minggu untuk mengikuti latihan pengibaran bendera merah putih tingkat Provinsi di 17 Agustus mendatang.

"Latihan pra pengibaran, itu setiap hari dari Senin-Jumat, full. Ngambil jam sekolah dari jam 12.00 WIB sampai 19.00 WIB. Itu sekitar dua mingguan, latihan rutinnya. Selama itu aku dispen, nggak masuk sekolah," ungkap Intan.

"Banyak PR harus dikejar. Tapi ada temen-temen yang bakal bantuin aku," tambahnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved