Muncul Spanduk Sindiran Pemutaran Lagu, Wali Kota Depok: Suasana Politik Hangat Jelang Pilkada

Idris mengatakan, dirinya memaklumi lantaran suasana politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 mendatang.

Muncul Spanduk Sindiran Pemutaran Lagu, Wali Kota Depok: Suasana Politik Hangat Jelang Pilkada
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Wali Kota Depok Mohammad Idris ketika dijumpai wartawan di Balai Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MASWali Kota Depok Mohammad Idris akhirnya turut berkomentar terkait munculnya spanduk bernada sindiran terhadap pemutaran lagu di lampu merah Kota Depok, Jawa Barat.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah spanduk bernada sindiran tersebut terpasang disejumlah ruas jalan, bertuliskan 'Selamat Datang Agustus Ayo Pasang Bendera Merah Putih, Bukan Pasang Lagu di Lampu Merah, Yang Berani Copot Spanduk Ini Koruptor'.

Idris mengatakan, dirinya memaklumi lantaran suasana politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 mendatang sudah mulai menghangat.

"Maklum ya suasana politik yang sudah menghangat jelang Pilkada, tapi saya harapkan teman-teman semuanya kita berpolitik secara santun tanpa kita memojokkan orang lain, silahkan kita bersaing, bersaing dengan cara sehat,” ujar Idris diacara pisah sambut Kapolresta Depok di Balai Kota Depok, Pancoran Mas, pada Rabu (14/8/2019) sekira pukul 22.00 WIB.

Spanduk berisikan sindiran pemutaran lagu di lampu merah Kota Depok yang terpasang di Jalan Margonda, Rabu (14/8/2019).
Spanduk berisikan sindiran pemutaran lagu di lampu merah Kota Depok yang terpasang di Jalan Margonda, Rabu (14/8/2019). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Idris juga mengatakan, hal tersebut semacam hoaks lantaran ada gambar dirinya di spanduk tersebut.

"Itukan semacam hoaks itu, bahwa ada gambar saya ada berita seperti itu, supaya kesantunan dalam berpolitik harus kita kedepankan," katanya.

Terakhir, Idris mengatakan akan mengikuti proses yang tengah berjalan perihal langkah hukum yang akan ditempuh terkait kemunculan spanduk tersebut.

"Ya kita lihat nanti prosesnya seperti apa, sebab itu spanduk tanpa nama, spanduk misterius," ujarnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved