Aksi 22 Mei

Otak Penjarah Amunisi Brimob Bagi-bagi Uang Lalu Simpan Senjata Api Glock 17 di Lemari Rumah

Tanpa menggunakan mikrofon, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Akbar membacakan dakwaan sebanyak tiga halaman untuk terdakwa Supriatna Jaelani (29).

Otak Penjarah Amunisi Brimob Bagi-bagi Uang Lalu Simpan Senjata Api Glock 17 di Lemari Rumah
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Terdakwa Supriatna Jaelani tengah berkonsultasi dengan kuasa hukumnya saat jalani sidang perdana di PN Jakarta Barat, Kamis (15/8/2019). 

Selain membawa pulang sisa uang, tas selempang dan senjata juga dibawa oleh Supriatna.

"Tas itu dibakar di Bekasi, sedangkan senjata api disimpan dibawah lemari di rumah terdakwa," kata Akbar.

Dalam dakwaan JPU, Supriatna didakwa melanggar Pasal Pasal 363 KUHP lantaran merupakan eksekutor yang menjarah tas tersebut dan Pasal 170 ayat (1) KUHP lantaran ikut melempar batu ke arah polisi.

Menanggapi dakwaan tersebut, kuasa hukum Supriatna, Hendi Pratama membenarkan bahwa kliennya yang menjarah tas tersebut.

"Iya memang klien kami mengakui dia yang mengambil tas itu," kata Hendi seusai persidangan.

Sedangkan untuk dakwaan Pasal 170 KUHP, Hendi menyebut kliennya membantah melempari polisi dengan batu.

Hal itu, kata Hendi, disampaikan Supriatna kepadanya sewaktu majelis hakim memberikan kesempatan terdakwa untuk berkonsultasi dengan kuasa hukum.

"Karena berdasarkan pengakuan klien kami, dia tidak melempari batu ke arah polisi, beliau hanya mengambil tas saja dari dalam mobil," kata Hendi.

Kendati begitu, Hendi menyebut kliennya dan tiga terdakwa lain tak akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi dalam kasus ini.

"Kami enggak ajukan eksepsi, semua poin-poin itu akan kami sampaikan saat pledoi saja," kata Hendi.

Halaman
1234
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved