Aksi 22 Mei

Otak Penjarah Amunisi Brimob Bagi-bagi Uang Lalu Simpan Senjata Api Glock 17 di Lemari Rumah

Tanpa menggunakan mikrofon, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Akbar membacakan dakwaan sebanyak tiga halaman untuk terdakwa Supriatna Jaelani (29).

Otak Penjarah Amunisi Brimob Bagi-bagi Uang Lalu Simpan Senjata Api Glock 17 di Lemari Rumah
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Terdakwa Supriatna Jaelani tengah berkonsultasi dengan kuasa hukumnya saat jalani sidang perdana di PN Jakarta Barat, Kamis (15/8/2019). 

"Intinya klien kami siap untuk mengikuti proses persidangan," kata Hendi.

Jaksa Ungkap Peran 4 Terdakwa Penjarah Amunisi Brimob dalam Kerusuhan 22 Mei

Peran dari keempat terdakwa penjarah amunisi Brimob dalam kerusuhan 22 Mei di Slipi, Jakarta Barat terungkap dalam sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat hari ini.

Keempat terdakwa yakni Dimas Arie Sudewo, Diky Fajar Prasetio, Supriatna Jaelani dan Wawan Adi Irawan disidang secara bergantian di ruang sidang Moedjono dengan dipimpin Ketua Majelis Hakim Muhammad Taufik.

Jaksa Penuntut Umum, Muhammad Akbar, dalam dakwannya menjelaskan bahwa para pelaku memang berniat untuk mengikuti aksi 22 Mei.

Dua terdakwa yakni Dimas dan Supriatna sepakat bertemu di kawasan Kali Malang, Jakarta Timur pada Rabu, 22 Mei 2019 selepas sahur.

Dengan berboncengan sepeda motor, keduanya menjemput terdakwa Wawan di kawasan Kemandoran, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Lantaran mengetahui juga pecah kerusuhan di kawasan flyover Slipi, keempatnya menuju kawasan tersebut dan tak jadi ke kantor Bawaslu RI.

"Saat terjadi bentrok dengan Polri, terdakwa ikut melempar menggunakan batu secara berulang-ulang ke arah polisi," kata Akbar saat membacakan dakwaan, Kamis (15/8/2019).

Disaat terdakwa lain masih ikut melempari ke arah polisi, Supriatna kemudian mendekati mobil rubicon milik Brimob yang sudah dirusak massa.

"Kemudian terdakwa (Supriatna) menuju mobil rubicon dari pintu sebelah kiri bekakang dan melihat ada tas selempang warna coklat yang disimpan dibawah kursi belakang dan mengambilnya," kata Akbar.

Otak Penjarahan

Dalam persidangan terungkap bahwa Supriatna merupakan otak dari penjarahan ini.

Setelah menjarah tas milik Brimob tersebut yang ternyata didalamnya ada uang Rp 50 juta dan senjata api jenis Glock 17 diserahkan Supriatna kepada Dimas yang kemudian disembunyikan di dalam jok motornya.

Tiga terdakwa pun kemudian meninggalkan lokasi kerusuhan menuju kediaman Wawan.

"Ketika berada di pinggir kali, terdakwa (Supriatna) bertemu dengan Diky Fajar Prasetyo dan bersama-sama menuju rumah Wawan," papar Akbar.

Bagikan Hasil Kejahatan

Dirumah Wawan itulah, Supriatna membagikan uang hasil penjarahan kepada tiga terdakwa masing-masing Rp 2,5 juta.

Setelah membagikan uang, Supriatna pun membawa sisa uang yakni Rp 40 juta, dan senjata api tersebut ke rumahnya.

Sedangkan tas tersebut dibakar olehnya di rumahnya di Bekasi, Jawa Barat.

Adapun untuk kartu nama korban dibakar terdakwa Diky dan kartu ATM korban disimpan di rumah Wawan.

Cerita Kepulangan Ibu Pembuang Bayi di Teluk Gong Setelah 17 Hari Menghilang

Modal Rp60 Juta, Dino Buka Usaha Jual Hula Hoop: Bisa Buat Kelambu, Laris Saat Car Free Day

Dua Kali Camat Ini Cabuli Siswi Magang di Ruang Kerja, Sekali di Rumah Dinas Ditonton Teman Korban

Bali United Puncaki Klasemen Liga 1 Usai Kalahkan Tira Persikabo

Dalam kasus ini, tiga terdakwa yakni Dimas Arie Sudewo, Wawan Adi Irawan, Diki Fajar Prasetio didakwa dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP tentang pengerusakan dan Pasal 480 KUHP ke 1 tentang penadah barang hasil kejahatan.

Sedangkan terdakwa Supriatna Jaelani yang merupakan otak sekaligus eksekutor penjarahan didakwa Pasal 170 ayat (1) KUHP dan Pasal 363 KUHP.

Sidang kasus ini akan dilanjutkan pada Selasa (20/8/2019) pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved