Pemkot Bekasi Bentuk Tim Khusus Tangani Bayi Kembar Rahman-Rahim
Orangtua bayi kembar siam ini belum dapat memastikan kapan operasi pemisahan dapat dilakukan, namun biaya operasi diprediksi mencapai Rp 1 miliar.
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) membentuk tim khusus untuk penanganan bayi kembar siam pertama yang lahir di wilayah setempat bernama Ahmad Rahman Al-Ayyubi dan Ahmad Rahim Al-Ayyubi (Rahman-Rahim).
Kepala Dinkes Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan, tim khusus itu telah dibentuk guna memberikan perhatian lebih untuk proses penanganan bayi kembar siam yang rencananya akan dilakukan operasi pemisahan.
"Tim Khusus itu sudah dibentuk atas perintah Wali Kota, ada SK-nya (surat keputusan), terdiri dari Dinkes, tenaga medis dari RSUD, kemudian dari tim Pemda juga ada," kata Tanti, Kamis (15/8/2019).
Tanti menjelaskan, untuk ke tahap operasi pemisahan Rahman-Rahim harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memastikan agar operasi dapat berjalan lancar.
Aspek-aspek seperti kondisi kesehatan, daya tahan tubuh, berat badan yang sesuai harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum beranjak ke meja operasi. Dari laporan yang diterima Dinkes Kota Bekasi, bayi kembar siam ini sempat mengalami penurunan berat badan akibat flu dan batuk.
“Sempat terjadi penurunan, nanti apakah hari ini atau besok Bu sekda akan undang kami dengan tim, karena tim medisnya akan berkoordinasi dengan tim yang ada di RSAB (Rumah Sakit Anak Bunda Harapan Kita),” jelas dia.
Bayi kembar siam Rahman-Rahim lahir dari pasangan suami istri Romi Darma Rachim (35) dan Ika Mutia Sari (30) warga Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Rahman-Rahim lahir secara sesar di RSAB Harapan Kita Jakarta, saat lahir berat badan kedua bayi itu hanya 3,2 kilogram. Kini usia bayi laki-laki tersebut telah menginjak 10 bulan.
Orangtua bayi kembar siam ini belum dapat memastikan kapan operasi pemisahan dapat dilakukan, namun biaya operasi diprediksi mencapai Rp 1 miliar.
Kondisi bayi kembar siam asal Bekasi Rahman-Rahim memang terlihat sehat, seluruh organ tubuh masing-masing bayi kembar siam ini lengkap mulai dari kepala hingga kaki. Organ dalamnya juga sama, hanya saja bagian jantung dan hati menempel.
Posisi bayi kembar siam Rahman-Rahim saling berhadapan, perut hingga dadanya menyatu, Rahman dinobatkan oleh orangtuanya sebagai kakak sedangkan Rahim sebagai adiknya.
• Anak Angkat Ruben Onsu Pamit Pulang ke NTT, Tangis Thalia Putri Onsu Pecah hingga Enggan Lakukan Ini
• Prada DP Divonis 3 Bulan Penjara, Ini Alasannya
• Anak Angkat Banjir Job Sampai Februari 2019, Ruben Onsu Ungkap Pengelolaan Honor Nyanyi Betrand Peto
Rahman memang nampak lebih lincah dan aktif ketimbang Rahim, menurut orangtuanya, Rahim menderita dandy walker syndrome atau kelainan genetik bawaan yang mempengaruhi perkembangan otak.
Pemkot Bekasi juga telah menjamin seluruh biaya kesehatan bayi kembar siam Rahman-Rahim, termasuk untuk baiaya operasi pemisahan melalui Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/wali-kota-bekasi-rahmat-effendy-menggendong-bayi-kembar-siam.jpg)