Perluasan Ganjil Genap untuk Tekan Polusi DKI, Ini Respon Aktivis Lingkungan Hidup

Perluasan ganjil genap di sejumlah ruas jalan Ibu Kota diyakini bisa mengurangi polusi udara yang menjadi buah bibir belakangan ini.

Perluasan Ganjil Genap untuk Tekan Polusi DKI, Ini Respon Aktivis Lingkungan Hidup
TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM
Spanduk sosialisasi perluasan ganjil genap di Jalan RS Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Perluasan ganjil genap di sejumlah ruas jalan Ibu Kota diyakini bisa mengurangi polusi udara yang menjadi buah bibir belakangan ini.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 pada Kamis (1/8/2019) silam untuk mengurangi polusi udara yang menyelimuti Ibu Kota.

Ingub itu salah satunya dengan memberlakukan perluasan ganjil genap.

Total, sebanyak 25 ruas jalan pun diberlakukan ganjil genap.

Di Jakarta Selatan, sosialisasi mengenai ganjil genap yang dilihat dari nomor kendaraan pun telah dimulai.

Bahkan sosialisasi itu mulai merambah ke mal, Gandaria City, di mana banyak pengguna mobil di sana.

Petugas Sudin Perhubungan Jakarta Selatan di mal tak hanya memberikan informasi perluasan jalan, namun penyebab terjadinya polusi di Jakarta.

"Kita melakukan sosialisasi ini juga untuk mengurangi polusi udara yang buruk di Ibu Kota," ujar Achwin, salah satu petugas kepada pengunjung.

Namun, apakah kebijakan tersebut akan berpengaruh besar?

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved