Ibadah Haji 2019

Proses Penimbangan Barang Bawaan Jemaah Haji, Banyak yang Masukan Air Zamzam ke Koper

Kesibukan jemaah haji di Hotel Al Lualuah terlihat sejak pagi hari. Mereka mengawasi barang bawaan dalam bentuk koper yang sedang ditimbang petugas.

Proses Penimbangan Barang Bawaan Jemaah Haji, Banyak yang Masukan Air Zamzam ke Koper
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Proses penimbangan barang bawaan jemaah haji di sektor 6 kawasan Raudoh, Kamis (15/8/2019). Barang-barang jemaah haji mulai ditimbang jelang pemulangan gelombang pertama yang aka dimulai 17 Agustus 2019. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKKAH - Kesibukan jemaah haji di Hotel Al Lualuah terlihat sejak pagi hari, Kamis (15/8/2019).

Mereka mengawasi barang bawaan dalam bentuk koper yang satu persatu ditimbang oleh petugas untuk mengetahui beratnya.

Jemaah haji yang berada di hotel ini adalah jemaah haji asal Lombok dan sebagian berasal dari embarkasi Surabaya.

Mereka tergabung dalam kloter 1 yang akan kembali ke tanah air pada 17 Agustus.

Agar Barang Bawaan Jemaah Haji Tak Dibongkar Petugas, Ini Hal Penting yang Harus Diperhatikan

Sempat Terhenti Selama Masa Armuzna, Kini Bus Solawat Kembali Beroperasi Mengantar Jemaah Haji

“Jemaah yang ada disini dari embarkasi LOP dan SUB. Sebanyak 11 kloter akan diterbangkan pada 17 Agustus, mereka mayoritas jemaah haji asal Lombok Raya,” kata Kasektor 6, Ali Fikri saat diwawancarai di sela-sela kesibukannnya mengawasi proses penimbangan tas jemaah haji.

Ali menjelaskan, proses pengurusan barang bawaan jemaah haji sudah dilakukan sejak semalam, namun sosialisasi untuk barang bawaan ketika kepulangan ini dilakukan sejak di tanah air untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan.

“Alhamdulillah dari tadi malam proses penurunan koper besar, hari ini kita mulai dari LOP 1, penimbangan dilakukan oleh Garuda,” kata Ali.

Ali menambahkan salah satu hal yang paling rawan dibawa oleh jemaah haji adalah memasukkan air zamzam.

Selain itu dia memastikan berat barang bawaan tidak boleh lebih 32 KG dan tas kecil hanya 7 KG.

Follow juga:

“Kami melakukan penimbangan 24 jam sebelum penerbangan,” katanya.

“Evaluasinya kebanyakan jemaah haji kita membawa air zamzam sehingga ketika sampai di bandara dikeluarkan. Saat ini kami belum menemukan hal-hal aneh yang dibawa jemaah haji, karena jika ada itu akan memperlambat proses di bandara,” katanya.

Barang-barang jemaah haji ini diangkut ke truk setelah lolos dari proses penimbangan.

Koper-koper itu kemudian diangkut ke sebuah gudang penampungan yang ada dekat bandara Jeddah, disana koper akan diperiksa Xray untuk diketahui apakah ada barang terlarang atau tidak.

Editor: Siti Nawiroh
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved