Sayuti Dapat Pinjaman Mesin Tik dari Perwira Nazi Jerman Demi Mengetik Teks Proklamasi, Ini Kisahnya

Setelah pembantu Laksamana Maeda, Satzuki, mencari mesin tik, dia akhirnya menemukan benda tersebut di kantor militer Jerman.

Sayuti Dapat Pinjaman Mesin Tik dari Perwira Nazi Jerman Demi Mengetik Teks Proklamasi, Ini Kisahnya
Dok. Kompas/Song
Soekarno 

TRIBUNJAKARTA.COM -Teks proklamasi yang selalu dibacakan setiap upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pada 17 Agustus, memiliki banyak cerita misteri.

Proses perumusan, menulisan, hingga pengetikan, tersimpan cerita penuh perjuangan.

Para tokoh perumus teks proklamasi seperti Soekarno, Ahmad Soebardjo, dan lainnya ternyata sempat ketar-ketir naskah tersebut bisa diketik atau tidak.

Pasalnya, setelah teks itu beres, ternyata di rumah Laksamana Tadashi Maeda, tidak tersedia mesin ketik.

Setelah pembantu Laksamana Maeda, Satzuki, mencari mesin tik, dia akhirnya menemukan benda tersebut di kantor militer Jerman.

Satzuki menuju kantor tersebut mengunakan mobil jeep.

Di kantor itu, Stzuki bertemu perwira angkatan laut Nazi Jerman Mayor Kandelar.

Beruntung Sang Mayor bersedia meminjamkan mesin ketik.

Singkat cerita, sesampainya di rumah Maeda, Sayuti Melik ditemani BM Diah langsung mengetik naskah proklamasi.

"Saya berdiri di belakang Sayuti Melik ketika dia mengetik, "kata Diah.

Sayuti Malik mengetik naskah proklamasi dengan perubahan kata ‘tempoh’ diubah menjadi ‘tempo’; kalimat “wakil-wakil bangsa Indonesia” diganti menjadi “Atas nama Bangsa Indonesia”.

Selain itu, ia juga menambahkan nama “Soekarno-Hatta” serta “Djakarta,17-8-05” menjadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05”. Angka 05 adalah singkatan dari 2605 tahun showa Jepang, yang sama dengan tahun 1945 masehi.

Mengapa Sayuti berani melakukan perubahan teks proklamasi yang dibuat Soekarno?

Rupanya Sayuti pernah sekolah guru. Dia yakin kemampuan berbahasanya lebih baik dibandingkan Bung Karno.

"Kalau soal ejaan Bahasa Indonesia sua merasa lebih mengetahui daripada Bung Karno," ujarnya.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved