Status Tahanan Kivlan Zen Hambat Mediasi, Pengacara: Tergugat Menteri Bisa Mengatur

Majelis hakim PN Jakarta Timur sendiri sudah menunujuk hakim yang berperan sebagai mediator dalam gugatan Kivlan terhadap Wiranto.

Status Tahanan Kivlan Zen Hambat Mediasi, Pengacara: Tergugat Menteri Bisa Mengatur
TribunJakarta/Bima Putra
Pengacara Kivlan, Tonin Tachta Singarimbun di PN Jakarta Timur, Kamis (15/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Proses mediasi gugatan perdata yang diajukan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen terhadap Jenderal TNI (Purn) Wiranto di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur terkendala status terdakwa Kivlan yang kini ditahan di Rutan Militer Guntur.

Pengacara Kivlan, Tonin Tachta Singarimbun mengatakan untuk sekarang belum dapat memastikan bagaimana proses mediasi kliennya dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu.

Kivlan Zen
Kivlan Zen (YouTube/Kompas Tv)

"Penggugat dalam penjara, sementara tergugat di luar. Bagaimana mediasi nanti bisa ketemu penggugat dan tergugat, ini nanti setelah kami mediasi akan kami sampaikan bagaimana kesepakatannya," kata Tonin di PN Jakarta Timur, Kamis (15/8/2019).

Majelis hakim PN Jakarta Timur sendiri sudah menunujuk hakim yang berperan sebagai mediator dalam gugatan Kivlan terhadap Wiranto.

Meski belum pasti, Tonin menuturkan jabatan Menkopolhukam Wiranto memungkinkan untuk mengatur proses mediasi dalam Rutan tempat Kivlan ditahan.

"Apakah di Guntur, karena tergugat menteri kan bisa mengatur. Penggugat bisa hadir pada mediasi berikutnya, bisa dibon (dijamin)," ujarnya.

Menurutnya Wiranto memiliki kapasitas untuk memperbolehkan tatap muka proses mediasi dilakukan di Rutan Militer Guntur.

Tonin mencontohkan keterlambatannya hadir dalam sidang hari ini karena harus meminta tanda tangan Kivlan sehingga baru tiba sekira pukul sekira pukul 10.45 WIB.

"Kalau kami enggak punya kapasitas, adapun keterlambatan kami pada hari ini karena menunggu pak Kivlan," tuturnya.

Perjuangan Anak Sopir Truk Jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara: Tinggal di Rumah 4x6 meter

Bantu Nenek Pencari Kerang hingga Nyebur ke Rawa, Sikap Barbie Kumalasari Dibandingkan dengan Meldi

Petugas Bongkar Ratusan Kandang Ayam Warga di Bantaran Banjir Kanal Barat

Sebagai informasi Kivlan menggugat Wiranto karena masalah dana akomodasi Pengamanan Masyarakat (PAM) Swakarsa tahun 1998 lalu.

Tonin menyebut Wiranto yang kala itu menjabat Panglima ABRI menerima uang sebesar Rp 8 miliar dari (mantan) Presiden Habibie.

Namun Wiranto disebut hanya memberi uang Rp 400 juta kepada Kivlan yang ditugaskan membentuk PAM Swakarsa dalam rangka pengamanan Sidang Istimewa MPR pada tanggal 10-13 November 1998.

Ketiadaan anggaran akomodasi untuk anggota Pam Swakarasa membuat Kivlan berhutang ke berbagai pihak guna membiayai akomodasi.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved