Jaga Makam Bung Hatta Puluhan Tahun, Syahrul Anggap Takdir & Curhat Pernah Ngeteh Bareng Jokowi

Syahrul Akmal membuka obrolan jalan hidupnya sebagai penjaga makam Bung Hatta bukan sebuah kebetulan. Ini ceritanya.

Jaga Makam Bung Hatta Puluhan Tahun, Syahrul Anggap Takdir & Curhat Pernah Ngeteh Bareng Jokowi
TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GANIS
Syahrul (63) penjaga makam Bung Hatta pada Kamis (15/8/2019). 

Siang itu, bunga tujuh rupa yang masih segar terhampar di atas pusara Bung Hatta.

Peziarah yang baru datang adalah pejabat Kementerian PUPR.

Ngeteh Bareng Jokowi

Berbagai pekerjaan sudah dilakoni Syahrul Akmaml sebelum menjadi penjaga makam Bung Hatta.

Ia pernah menjadi tentara, anggota DPR RI hingga karyawan Bank.

Semua pekerjaan itu tak membuat Syahrul Akmal merasa betah.

Syahrul (63) penjaga makam Bung Hatta pada Kamis (15/8/2019).
Syahrul Akmal (63) penjaga makam Bung Hatta di area kompleks TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GANIS)

Satu waktu ia melamar sebagai Pegawai Negeri Sipil di bawah Kementerian Sekretariat Negara.

Di tempat barunya Syahrul Akmal dipercaya sebagai Penjaga makam Bung Hatta.

Pengelolaan makam Bung Hatta kini diambil alih oleh Kementerian Sosial RI.

"Saya jaga makam Bung Hatta sebagai PNS," tambah dia.

Ia memasuki masa Purna Bhakti sebagai PNS pada 2010.

Kendati begitu, Kementerian Sosial masih menginginkan jasa Syahrul Akmal untuk tetap mengurus makam.

Setelah tak lagi jadi PNS, Syahrul Akmal menggantungkan ekonominya dari uang pensiuanan atau imbalan sukarela dari para peziarah yang datang melayat.

Deretan pejabat penting sebagian besar pernah berziarah ke makam Bung Hatta.

Tak sekali dua Syahrul Akmal bertemu dan berbincang dengan banyak pejabat.

Beberapa kali ia bertemu dengan Jokowi saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Nisan makam Bung Hatta di kompleks TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019).
Nisan makam Bung Hatta di kompleks TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2019). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

"Sebelum jadi Presiden, pernah ke sini. Ngeteh bareng saya sama beliau," kenang Syahrul Akmal.

Semenjak jadi Presiden, Jokowi belum pernah kembali sowan ke makam Bung Hatta.

Ia berharap Presiden Jokowi bisa kembali menengok tempat peristirahatan terakhir Bung Hatta.

Belajar Kesederhanaan

Syahrul Akmal bukan sekadar penjaga makam Bung Hatta.

Darinya, ia kagum karena kebersahajaannya.

"Bung Hatta dulu sederhana. Bahkan sampai akhir hayatnya buat beli sepatu aja enggak kesampaian," ungkap Syahrul Akmal.

Kesederhanaan dan kebersahajaan Bung Hatta, Syahrul resapi dalam kehidupan sehari-hari.

Sedikit banyak rezeki selama menjaga makam Bung Hatta, acap Syahrul Akmal syukuri.

Baginya, Bung Hatta sosok tokoh nasional sesungguhnya yang patut diteladani generasi penerus bangsa.

"Bung Hatta harus dipenjara, disiksa, dicaci maki dulu baru bisa jadi pejabat."

"Tapi kalau sekarang jadi pejabat dulu baru masuk penjara," tandasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved