Pemkot Jaktim Kirim Surat ke Gubernur Soal Investigasi Kasus Camat Matraman

Pemkot Jakarta Timur sudah bersurat ke Pemprov DKI Jakarta terkait investigasi.

Pemkot Jaktim Kirim Surat ke Gubernur Soal Investigasi Kasus Camat Matraman
DEAN PAHREVI/KOMPAS.com
Seorang Penjual Hewan Qurban bernama Adin Mengaku diminta Berikan 1 Ekor Sapi oleh Oknum Kecamatan Agar Bisa Berjualan di sebuah lahan di Jalan Ahmad Yani, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (1/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Tindak lanjuti kasus dugaan pungli yang dilakukan oknum Kecamatan Matraman, Pemkot Jakarta Timur sudah bersurat ke Pemprov DKI Jakarta terkait investigasi.

Diketahui, Camat Matraman Bambang Eko diduga melanggar PP No 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan UU No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah mengeluarkan imbauan untuk pedagang hewan kurban.

Hal ini terungkap setelah seorang penjual hewan kurban bernama Adin (42) mengaku dimintai seekor sapi oleh pihak Kecamatan Matraman sebagai syarat berjualan di Jalan Ahmad Yani RT 6/5, Kelurahan Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur.

Kemudian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta merekomendasikan agar Bambang dicopot dari jabatannya setelah dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mengakui telah meminta sapi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Wali Kota Jakarta Timur M Anwar membentuk tim investigasi untuk mengevaluasi jabatan Camat Matraman, yang diketuai oleh Sekko (Sekretaris Kota) Jakarta Timur Usmayadi.

Telah berangsur selama beberapa minggu, akhirnya Anwar mengatakan sudah bersurat ke Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada Kamis (15/8/2019).

"Adin dipanggil enggak datang. Menghilang sampai sekarang. Informasi dari Camat memang enggak nongol-nongol. Ya udah kita laporkan ke Pak Gubernur dengan bersurat," ucapnya di Cakung, Jakarta Timur, Jumat (16/8/2019).

Sejak pemberitaan mencuat, Anwar mengatakan Adin menghilang dan tak pernah datang setelah ada pemanggilan dari pihak Walikota Jakarta Timur.

"Seluruhnya yang bersentuhan dengan Adin kita periksa. Saya mau konfirmasi ke Adin tapi dia tidak ada. Jadi apa yang kita dapat, kita konfirmasi dulu jangan sampai dibilang menghambat," lanjutnya.

Kisah Sukim Pegiat Sepeda Onthel Batavia: Kerap Cekcok dengan Pemotor, Gowes Hingga Purwakarta

Granat yang Ditemukan Dekat KPAD Cibubur Awalnya Berada di Empang

Anwar mengatakan nantinya akan ada kebijakan lebih lanjut dan rapat kembali terkait kasus ini. 

Terpenting saat ini dirinya sudah melakukan investigasi dengan sebaik mungkin.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved