Protes Kualitas Udara Buruk di Tangsel, Massa Tentang Pelanggaran Jam Operasional Truk Tanah

Aliansi Pemuda Bersatu menunjuk operasional truk tanah yang melanggar jam operasional di Tangsel

Protes Kualitas Udara Buruk di Tangsel, Massa Tentang Pelanggaran Jam Operasional Truk Tanah
ISTIMEWA
Unjuk rasa Aliansi Pemuda Bersatu menggugat kualitas udara buruk di Tangsel dan pelanggaran jam operasional truk besar, di persimpangan Muncul, Setu, Tangsel, Kamis (15/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Kualitas udara yang buruk sedang menjadi perbincangan beberapa hari ini, terlebih di Jakarta dan sekitarnya, termasuk Tangerang Selatan (Tangsel).

Terlebih, Pada Selasa (13/8/2019), kualitas udara Tangsel lebih buruk dibandingkan Jakarta.

Aliansi Pemuda Bersatu menunjuk operasional truk tanah yang melanggar jam operasional di Tangsel sebagai salah satu faktor penyebab polusi udara.

Mereka turun ke jalan, berunjuk rasa, tepatnya di persimpangan Muncul, Setu, Tangsel.

"Penyebab atas buruknya udara berdebu di wilayah kita, diperparah dengan maraknya mobil truk bessr pengangkut tanah. Padahal truk besar tersebut tidak bisa seenaknya melintas," ujar Qurtubi koordinator unjuk rasa itu dalam keterangan resminya.

Perluasan Ganjil Genap untuk Tekan Polusi DKI, Ini Respon Aktivis Lingkungan Hidup

Ia juga menjelaskan Peraturan Wali Kota Tangerang Selatan Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengaturan Operasi Angkutan Barang Di wilayah Kota Tangerang Selatan pada Pasal 1 ayat 1 dan 2.

Dalam peraturan itu, truk dengan tonase tertentu hanya diperbilehkan melintas dari pukul 22.00 - 05.00 WIB.

"Namun kenyataan nya banyak terjadi nya truk yang nekat melintas diluar jam operasional tanpa ada sanksi dinas perhubungan dan polisi lalu lintas," jelasnya.

Aliansi Pemuda Bersatu menuntut Dinas Perhubungan Tangsel untuk menindak pengendara truk tanah yang melanggar jam operasional.

"Namun kenyataannya banyak terjadinya truk yang nekat melintas di luar jam operasional tanpa ada sanksi dinas perhubungan dan polisi lalu lintas," tegasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved