Wacana Tandingan Wali Kota Bekasi Bentuk Provinsi Pakuan Bagasasi Bukan Bogor Raya

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengomentari wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya yang belakangan ramai diperbincangkan.

Wacana Tandingan Wali Kota Bekasi Bentuk Provinsi Pakuan Bagasasi Bukan Bogor Raya
TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengomentari wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya yang belakangan ramai diperbincangkan.

Menurut dia, pemekaran Provinsi Jawa Barat lebih cocok jika dibentuk sesuai nilai historis sejarah.

Jika Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Bupati Bogor Ade Yasin mewacanakan pembentukan Provinsi Bogor Raya meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Bogor Timur, Bogor Barat, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, Rahmat justru punya wacana mengusulkan pembentukan Provinsi Pakuan Bagasasi.

Wacana tersebut dilihat dari nilai historis sejarah.

Pria yang akrab disapa Pepen ini menjelaskan, wilayah Bogor merupakan kekuasaan kerajaan Pakuan sedangkan di Bekasi dan beberapa kota dan kabupaten disekitarnya seperti, Karawang hingga Purwakarta merupakan daerah kerajaan Tarumanegara.

"Kalau mau era-eraan, tadikan katanya ada wacana ada Bogor Raya, nah di Bekasi juga bisa aja (kalau mau wacanakan bikin provinsi)," kata Pepen saat dijumpai di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jumat (16/8/2019).

Bagasasi sendiri adalah nama kuno dari daerah Bekasi saat masa kerajaan Tarumanegara.

Di dalam Provinsi Pakuan Bagasasi ini lanjut Pepen, beberapa wilayah bekas peninggalan kedua kerajaan mulai dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, hingga Cianjur disatukan ke dalam satu otonomi provinsi baru.

"Kalau Pakuan itukan pusatnya di Bogor, Kalau di Bekasi ada Tarumanegara rajanya namanya Punawarman, diambil dari itu kalau mau Pakuan Bagasasi kan punya nilai hostoris sejarah," imbuhnya.

Halaman
1234
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved