Wacana Tandingan Wali Kota Bekasi Bentuk Provinsi Pakuan Bagasasi Bukan Bogor Raya

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengomentari wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya yang belakangan ramai diperbincangkan.

Wacana Tandingan Wali Kota Bekasi Bentuk Provinsi Pakuan Bagasasi Bukan Bogor Raya
TRIBUNJAKARTA.COM/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi 

Wali Kota Bekasi tak mau kalah

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi usai menghadiri acara peletakan batu pertama kantor IPPAT Kota Bekasi, Senin (8/7/2019).
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi usai menghadiri acara peletakan batu pertama kantor IPPAT Kota Bekasi, Senin (8/7/2019). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tak mau kalah dengan Wali Kota dan Bupati Bogor yang mewacanakan pembentukan provinsi Bogor Raya.

Pria yang akrab disapa Pepen ini juga melempar usul pembentukan provinsi, namanya Pakuan Bagasasi.

"Katanya ada wacana, ada Bogor Raya, nah di Bekasi juga bisa saja kalau mau wacanakan bikin provinsi, (terdiri dari) Bogor, (Kabupaten Bogor), Depok, Karawang, dan Bekasi," ujar Pepen ditemui usai rapat paripurna menyaksikan pidato Presiden RI Joko Widodo di gedung DPRD Kota Bekasi, Jumat (16/8/2019).

Politikus Golkar ini mengaku punya dalil kuat di balik konsep pembentukan provinsi Pakuan Bagasasi.

Nama "Pakuan" dan "Bagasasi" diambil dari sejarah penamaan wilayah Bogor dan Bekasi pada era kerajaan.

Namun, ia menyebut, Bekasi punya sejarah keberadaan yang lebih tua daripada Bogor.

Oleh sebab itu, dari segi penamaan saja, ia tak setuju jika Bekasi hanya jadi bagian dari provinsi Bogor Raya.

"Kalau Pakuan dulu itu kan kerajaan Padjadjaran, kan pusatnya di Bogor. Kalau di Bekasi ada raja yang namanya Purnawarman tahum 450M, kerajaannya Tarumanegara," jelas Pepen.

"Jadi, Bekasi sebenarnya lebih tua dari Bogor. Kalau mau, ya (namanya) provinsi Pakuan Bagasasi. Tinggal liat sejarahnya saja, jadi (penamaannya) punya unsur historis," katanya.

Rahmat Effendi pilih gabung Jakarta

Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi (Pepen) dijamu dengan makan siang bersama Gubernur Anies Baswedan dan jajaran Pemprov Bekasi, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/10/2018)
Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi (Pepen) dijamu dengan makan siang bersama Gubernur Anies Baswedan dan jajaran Pemprov Bekasi, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/10/2018) (instagram Kadis Lingkungan Hidup DKI Jakarta @isnawa_adji)

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku tak sepakat dengan wacana pemekaran wilayah menjadi provinsi Bogor yang dilontarkan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Wacana yang berkembang, sebanyak 10 kabupaten/kota diajak bergabung dalam satu provinsi.

Sepuluh daerah tersebut, yakni Kabupaten Bogor, Bogor Barat, Bogor Timur, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Cianjur, Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Kalau boleh memilih, Rahmat Effendi ingin Bekasi bergabung dengan Jakarta.

"Saya enggak tahu, tapi kemarin ada yang gagas siapa ya, (Bekasi) jadi Jakarta Tenggara," ucap pria yang akrab disapa Pepen.

Pepen mengklaim punya beberapa alasan yang menunjukkan bahwa Bekasi lebih cocok bergabung dengan Jakarta.

"Secara kultur, Bekasi lebih identik dengan Jakarta. Budayanya, bahasanya Betawi, sukunya Betawi, Polresnya ke Polda Metro Jaya, kodimnya ke Jayakarta, hanya administratifnya saja (yang terpisah dari Jakarta)," jelas politikus Golkar itu.

Meski demikian, Pepen mengaku tidak terlalu serius merespons wacana tersebut. Menurut dia, proses masih panjang dan tak mendesak. "Kita mah Wali Kota kerja saja dulu," kata dia.

"Itu mah politik. Kalau politiknya setuju dan jalan, ya berubah. Kan keputusan mengubah undang-undang ada di DPR RI, keputusan politik itu," tutup Pepen. (*)(KOMPAS.com/Vitorio Mantalean/Kontributor Kabupaten Bogor, Afdhalul Ikhsan)

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved