Warga Manggarai Selatan Resah dengan Tumpukan Karung Bebatuan di Bantaran Sungai Ciliwung

Kondisi itu otomatis membuat sungai semakin sempit. Akibatnya, aliran air menjadi mengarah ke rumah warga yang berada di seberangnya.

Warga Manggarai Selatan Resah dengan Tumpukan Karung Bebatuan di Bantaran Sungai Ciliwung
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Bagian belakang bangunan yang ditempati Pierre (36), warga Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Warga Manggarai Selatan, Tebet, mulai resah dengan kondisi Sungai Ciliwung yang melintasi wilayah tersebut.

Pasalnya, sejumlah penduduk di bantaran sungai memperluas lahannya dengan menggunakan tumpukan karung yang berisi bebatuan.

Kondisi itu otomatis membuat sungai semakin sempit. Akibatnya, aliran air menjadi mengarah ke rumah warga yang berada di seberangnya.

Salah satu bangunan yang terdampak tumpukan karung tersebut adalah milik Pierre (36). Ia tinggal di Jalan Manggarai Selatan 1 No 3.

Yang ia takutkan, tanah yang di atasnya berdiri bangunannya menjadi terkikis.

"Karena ada karung-karung bebatuan itu airnya jadi lebih deras ke sini," kata Pierre saat ditemui pada Jumat (16/8/2019).

Jambret di Pasar Ular, Oknum PPSU dan 2 Pengangguran Diringkus Polsek Koja

Tunjukan Smartphone, Jokowi Sindir Studi Banding ke Luar Negeri hingga Minta Izin Pindahkan Ibu Kota

Dari Tepi Sungai Ciliwung Pasar Baru, Masyarakat Umum Girang Menyaksikan Lomba Dayung Perahu Karet

Lebih lanjut, ia menuturkan, kondisi Sungai Ciliwung semakin diperparah dengan banyaknya warga yang membuang sampah sembarangan.

"Waktu itu pernah bersih saya sempat lihat. Tapi sekarang (sampah) sudah numpuk," ujarnya.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved