HUT Kemerdekaan RI

Kisah Taman Makam Pahlawan Seribu di Tangsel, Juru Kunci Ungkap Arti Nama Pahlawan Serbu

Tangerang Selatan (Tangsel) khususnya wilayah Serpong dan sekitarnya, memiliki sejarah pertempuran mengusir tentara Belanda setelah kemerdekaan.

TRIBUNJAKARTA.COM/ JAISY RAHMAN TOHIR
Ilham Nurudin, juru kunci Taman Makam Pahlawan Seribu, Jalan Raya Serpong, Kademangan, Setu, Tangsel, Jumat (16/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Tangerang Selatan (Tangsel) khususnya wilayah Serpong dan sekitarnya, memiliki sejarah pertempuran mengusir tentara Belanda setelah kemerdekaan.

Pada pertempuran itu banyak jatuh korban hingga dibuatkan makam bernama Taman Makam Pahlawan Seribu.

Ratusan nisan merah putih berdiri rapih menandakan jasa para pahlawan yang ingin memerdekakan Indonesia 100% dari penjajah.

Sebagian dari nama para pahlawan itu pun diukir pada sebuah prasasti.

Perdana Pemprov DKI Gelar Upacara HUT ke-74 RI di Pulau Reklamasi

Ilham Nurudin, juru kunci makam pahlawan yang berlokasi di Jalan Raya Serpong, Kademangan, Setu, Tangsel itu menceritakan, saat itu adalah tahun 1946.

Masyarakat Banten berkumpul membentuk aliansi yang dinamakan Laskar Banten, bertekad untuk mengusir tentara penjajah itu dari Bumi Jawara.

"Warga masyarakat sipil khsusunya Banten, dalam Laskar Banten yang dipimpin langsung Haji Ibrahim, mereka beramai-ramai dari daerah Banten, Pandeglang, Serang, Rangkas Bitung, sampai ke daerah Sengkol, Serpong, Kademangan mereka jalan kaki sampailah di pertigaan Cisauk itu," papar Ilham di depan makam pahlawan itu, Jumat (16/8/2019).

Laskar Banten tiba dengan satu tujuan tanpa kompromi, tawaran Belanda agar mereka bisa tinggal pun ditolak, perang terjadi.

"Beberapa tentara Belanda yang masih sisa di situ, akhirnya perundingan, tidak lama terjadi pertempuran. Intinya mah mereka ini mengusir tentara Belanda yang masih tersisa di Serpong karena 1946 itu Indonesia sudah merdeka," jelasnya.

Taman Makam Pahlawan Seribu, Jalan Raya Serpong, Kademangan, Setu, Tangsel, Jumat  (16/8/2019).
Taman Makam Pahlawan Seribu, Jalan Raya Serpong, Kademangan, Setu, Tangsel, Jumat (16/8/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/ JAISY RAHMAN TOHIR)

15 Promo Makanan di 17 Agustus: Burger King Diskon 50% hingga Geprek Bensu Beli 1 Gratis 1

Pada 26 Mei 1946 pertempuran pecah dan mengakibatkan korban yang tidak sedikit dari sisi pribumi.

Jenazah dikuburkan secara massal. Taman makam pahlawan yang saat ini berdiri adalah pindahan dari makam sebelumnya yang lokasinya tidak jauh dari lokasi pertempuran, persimpangan Cisauk.

Ilham menjelaskan, ada juga sebutan Pahlawan Serbu, bagi pahlawan yang berjuang mengusir tentara Belanda itu.

Pasalnya, mereka gugur saat sedang melakukan penyerbuan.

Asraf Jadi Paskibarka Nasional Wakili Riau, Anak Yatim yang Pinjam Sepatu Robek untuk Ujian Seleksi

"Awalnya ini dinamakan taman makam pahlawan seribu itu sebenarnya ini taman makam pahlawan serbu."

"Karena mereka waktu itu berbondong-bindong menyerbu dengan mengucapkan kata takbir Allahu Akbar, dengan kesemangatan akhirnya gugurlah di situ beliau, maka dinamakan makam pahlawan serbu," paparnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved