HUT ke 74 Kemerdekaan RI

Kekompakan Pasien Gangguan Jiwa Nyanyikan Lagu Wajib di Hari Kemerdekaan

Lagu diputar, seluruh pasien bernyanyi kompak, mereka nampak hafal seluruh lirik lagu-lagu wajib nasional.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MUSTIKAJAYA - Hari kemerdekaan merupakan milik semua rakyat Indonesia tidak terkecuali pasien gangguan jiwa di Yayasan Jamrud Biru, Jalan Raya Mustikasari, Kampung Babakan, RT03/04, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Pada perayaan hari kemerdekaan ke-74, mereka kompak menyanyikan lagu-lagu wajib nasional seperti lagu kebangsaan Indonesia Raya, Satu Nusa Satu Bangsa, Gugur Bunga hingga Syukur.

Ratusan pasien gangguan jiwa berdiri berbaris dengan tertib layak aubade, satu orang dari mereka ditugaskan sebagai pemandu layaknya sang dirigen profesional tengah unjuk gigi dalam pentas musik.

Alunan musik diputar menggunakan pengeras suara, perawat serta pengurus yayasan mendampingi sambil sesekali memberikan arahan agar pasien fokus memperhatikan alunan musik utuk siap bernyanyi.

Diantara mereka bahkan terlihat menunjukkan sikap hormat dengan tangan kanan di angkat meyentuh dahi, sedangkan yang lainnya terlihat meletakkan tangan kanan di dada layaknya sikap pemain bola tengan menyanyikan lagu kebangsaan sebelum memulai pertandingan.

Lagu diputar, seluruh pasien bernyanyi kompak, mereka nampak hafal seluruh lirik lagu-lagu wajib nasional.

Sang dirijen nampak atraktif dan bersemangat mengatur pola nada tingi dan rendah rekan sesama pasien gangguan jiwa.

Suhartono pediri Yayasan Jamrud Biru Bekasi mengatakan, kegiatan ini adalah rangkaian dari perayaan hari kemerdekaan ke-74. Sejak pagi hari, pasien yang berjumlah 125 orang ikut melaksanakan upacara pengibaran bendera.

Kegiatan selanjutnya disambung dengan perlombaan antar pasien seperti, lomba makan kerupuk, lomba balap karung, hingga lomba panjat pinang yang keikutserataaya berbaur dengan warga sekitar lokasi yayasan.

"Kegiatan menyanyikan lagu wajib ini sekaigus penutup kegiatan perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus hari ini, walaupun sebenernya kita setiap hari nyanyi lagu wajib," kata Suhartono.

Meyanyikan lagu wajib kata Suhartono merupakan bagian dari terapi untuk para pasien, mereka memang ditanamkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dahulu mungkin pernah dilakukan untuk mengulang memori masa lampau.

"Waktu dulukan pasti mereka sering nyanyi lagu-lagu wajib, makanya kita terapi nyanyi supaya mereka ingat, saraf mereka bisa lebih baik ketika diajak bernyanyi sama-sama," jelas dia.

Dia menambahkan, kegiatan lomba 17 Agustus hampir setiap tahun diselenggarakan pengelola yayasan untuk para pasien. Kegiatan ini dilakukan juga bagian dari upaya membuat kejiwaan pasien merasa senang dan nyaman menikmati keseruan perayaan hari kemerdekaan.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved