Lestarikan Budaya dan Jaga Keberagaman, Ratusan Wanita Meriahkan Tari Cokek di Kota Tua

Hal itu pula yang melatarbelakangi ratusan wanita pagi ini berkumpul di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat.

Lestarikan Budaya dan Jaga Keberagaman, Ratusan Wanita Meriahkan Tari Cokek di Kota Tua
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Para wanita menarikan Tari Cokek di Taman Fatahillah, Jakarta Barat, Minggu (18/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Banyak cara dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia.

Mulai dari menggelar perlombaan rakyat khas 17-an, konser musik, pentas seni maupun acara sosial yang bertujuan mempererat persatuan sesama anak bangsa.

Hal itu pula yang melatarbelakangi ratusan wanita pagi ini berkumpul di Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat.

Mengenakan baju adat dari berbagai daerah di tanah air, mereka kompak menarikan Tari Cokek.

Tari Cokek yang merupakan akulturasi kebudayaan dari Budaya China dan Betawi yang kini sudah jarang dipentaskan.

Ketua INDONESIA.ID, selaku penggagas acara ini, Eva Simanjuntak mengatakan ada tiga poin yang ingin mereka sampaikan dalam kegiatan hari ini.

Ratusan wanita menarikan Tari Cokek di Taman Fatahillah, Jakarta Barat, Minggu (18/8/2019).
Ratusan wanita menarikan Tari Cokek di Taman Fatahillah, Jakarta Barat, Minggu (18/8/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

Selain dalam rangka merayakan HUT Ke 74 Republik Indonesia, dua tujuan lainnya yakni untuk melestarikan kebudayaan Indonesia yang sudah hampir terlupakan serta untuk menjaga keberagaman di tanah air.

"Gerakan ini berawal dari kegelisahan kita terhadap rasa keberagaman, toleransi dan kebhinekaan masyarakat yang dirasa mulai hilang, makanya ada ide untuk melalukan kampanye keberagaman melalui acara tari," kata Eva, Minggu (18/8/2019).

Setelah menggelar kegiatan Tari Cokek di Jakarta, Eva menyebut kegiatan serupa juga akan digelar di beberapa kota lain di Indonesia hingga 28 Oktober mendatang yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Nantinya, tiap-tiap kota akan menarikan tarian asli wilayah tersebut yang kini sudah jarang dipentaskan dan terancam punah.

"Jadi tujuan agar kebudayaan yang seolah sudah dilupakan bisa kembali kita lestarikan sebagai bentuk keberagaman di Indonesia," kata Eva.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved