BPTJ: Trotoar di Jakarta untuk Pejalan Kaki, Bukan untuk Berjualan
Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merevitalisasi trotoar di kawasan Jakarta, tak bertujuan untuk digunakan pedagang kaki lima
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Ketua Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, mengatakan trotoar di kawasan Jakarta harus dimanfaatkan pejalan kaki seutuhnya.
Sebab, kata Bambang, trotoar bukanlah wadah untuk berjualan.
"Trotoar itu bukan untuk berjualan. Tapi harus digunakan seutuhnya untuk pejalan kaki," kata Bambang, ada acara 'Jalan Hijau' di antara kawasan Terowongan Kendal dan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).
Kata Bambang, Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merevitalisasi trotoar di kawasan Jakarta, tak bertujuan untuk digunakan pedagang kaki lima.
"Kondisi trotoar yang sekarang ini, bisa digunakan oleh masyarakat untuk berjalan kaki," imbuh Bambang.
• Selain Kantin, Api Juga Menghanguskan Atap SDN 09 Pesanggrahan
Sebab, jika tidak digunakan pejalan kaki, maka trotoar jalan bisa saja digunakan sebagai pangkalan ojek atau sebagainya.
"Oleh karena itu, sebelum nanti trotoar dipenuhi pedagang kali lima, pangkalan ojek, masyarakat diminta menggunakan fasilitas yang sudah dibangun," tukas Bambang.
Dia berharap, dengan banyaknya masyarakat yang berjalan kaki, kendaraan pribadi di ruas jalan Ibu Kota akan berkurang.
"Kalau sudah banyak pejalan kaki, sebaiknya mereka menggunakan transportasi umum. Dan saya yakin kendaraan pribadi akan berkurang," tukas Bambang.