Obat Kedaluwarsa

Mediasi Kasus Ibu Hamil Terima Obat Kedaluwarsa Berlangsung 2 Jam, Sudinkes dan Puskesmas Bungkam

Mediasi yang bertempat di ruang Lurah Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara berlangsung selama dua jam, sekitar pukul 15.00-17.00 WIB.

Mediasi Kasus Ibu Hamil Terima Obat Kedaluwarsa Berlangsung 2 Jam, Sudinkes dan Puskesmas Bungkam
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Pihak korban, diwakili suami Bayu Randi Dwitara (tengah) dan kuasa hukumnya Pius Situmorang (kanan). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Puskesmas Kelurahan Kamal Muara melakukan mediasi dengan pihak korban penerima obat kedaluwarsa, Senin (19/8/2019).

Mediasi yang bertempat di ruang Lurah Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara berlangsung selama dua jam, sekitar pukul 15.00-17.00 WIB.

Pantauan TribunJakarta.com, mediasi ini dihadiri Kepala Puskesmas Kecamatan Penjaringan yang mewakili Puskesmas Kelurahan Kamal Muara, dr. Agus Ariyanto Haryoso beserta jajarannya.

Hadir pula Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati beserta beberapa orang PNS lainnya.

Kronologi Ibu Hamil Terima Obat Kedaluwarsa dari Puskesmas, Bahaya Bagi Tubuh hingga Diduga Terselip

Korban sendiri, Novi Sri Wahyunu (21), tidak hadir dalam mediasi ini lantaran kondisi kesehatannya yang belum maksimal.

Novi diwakili kuasa hukumnya Pius Situmorang dan juga suaminya, Bayu Randi Dwitara (19).

Ketika diskusi hendak dimulai, Lurah Kamal Muara, Helwin Ginting mempersilakan semua pihak masuk ke kantornya, termasuk awak media yang melakukan peliputan.

Namun, salah satu orang dari pihak Puskesmas Kelurahan Kamal Muara malah melarang awak media untuk meliput.

Ia beralasan bahwa mediasi hanya boleh untuk pihak yang berkepentingan.

Halaman
123
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved