Puskesmas Ciracas Miliki Poli PKPR Berstandar Nasional, Satu-satunya di DKI Jakarta

Puskesmas Ciracas memiliki Poli Penyuluhan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) berstandar Nasional.

Puskesmas Ciracas Miliki Poli PKPR Berstandar Nasional, Satu-satunya di DKI Jakarta
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
dr Indira Dewi, penanggung jawab di Poli Penyuluhan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Senin (19/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Puskesmas Ciracas memiliki Poli Penyuluhan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) berstandar Nasional.

Poli berstandar nasional itu, satu-satunya puskesmas yang ada di DKI Jakarta.

Puskesmas Ciracas terletak di Jalan H Baping RT 7/6 Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur.

Dari sekian banyak Puskesmas yang ada wilayah DKI Jakarta, Puskesmas ini menjadi satu-satunya yang memiliki Poli PKPR bestandar nasional untuk pelayanan konseling bagi remaja usia 10-19 tahun.

Dimulai dari tahun 2016, dr Indira Dewi selaku penanggung jawab Poli PKPR merintis Poli PKPR hingga diketahui warga di wilayah Ciracas.

"Begitu ada program Poli PKPR aku ikut pelayanan sampai dilatih jadi trainer untuk program kesehatan anak sekolah dan remaja. Kemudian akhirnya jadi fasililator nasional PKPR. Makanya kalau se-DKI Jakarta, Poli PKPR standar Nasional baru di sini," ucapnya di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (19/8/2019).

Pada awal hadirnya poli ini, tak semua remaja datang berkonsultasi ke Puskesmas. Sehingga dr Indira melakukan layanan jemput bola.

Ia bekerjasama dengan para Kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di tiap RT, RW maupun Kelurahan dan Kecamatan serta sekolah mencari anak-anak yang memerlukan bimbingan konseling.

"Enggak semua Puskemas mempunyai Poli PKPR sehingga kita kerjasama aja dengan PKK dan pihak sekolah. Mereka kan lebih tau situasi di lingkungannya. Jadi sekiranya ada masalah pada remaja ya dilaporkan ke kita. Alhamdulillah ternyata cara tersebut efektif," sambungnya.

Rusuh di Manokwari: Penjelasan Kapolri, Permintaan Maaf Wali Kota Malang Hingga Lumpuhnya Ekonomi

Kericuhan Manokwari, Ketua Masyarakat Adat Papua Sebut Pentingnya Peran Kepala Suku Tenangkan Massa

Saat ini sudah ratusan anak yang datang untuk melakukan konseling di Poli PKPR sejak tahun 2016.

Untuk satu anak remaja, dr Indira membutuhkan waktu minimal satu jam dan berkali-kali pertemuan untuk mengetahui masalah yang terjadi.

Bahkan saat ini, para orang tua sendiri sudah sadar dan membawa anaknya untuk melakukan konseling di Poli PKPR.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved