Susuan Terakhir Lidia Septiana untuk Si Bungsu, Sang Suami Gelisah 3 Jam Sebelum Istrinya Tewas

Seperti sudah garisan takdir, itulah susu terakhir yang Lidia Septiana kasih buat si bungsu. Tiga jam kemudian ia tewas setelah berduel dengan jambret

Susuan Terakhir Lidia Septiana untuk Si Bungsu, Sang Suami Gelisah 3 Jam Sebelum Istrinya Tewas
TRIBUNSUMSEL.COM/SHINTA DWI ANGGRAINI
Foto semasa hidup Lidia Septiani (36) diduga tewas karena jadi korban jambret dan Andre Pranama (37) saat menunjukkan foto sang istri 

Tiga jam setelah kepergiaan Lidia, sekitar pukul 11.00 WIB telepon masuk dari kerabat ke ponsel Andre membawa kabar duka tentang istrinya.

"Katanya, Lidia sudah ada di Rumah Sakit Cabang Charitas. Tapi nyawanya tidak tertolong," ungkap Andre.

Ia tak bisa membayangkan, bagaimana harus mengabarkan kematian sang istri kepada si sulung.

Sementara itu Andre juga harus membesarkan si bungsu yang masih membutuhkan susuan ibunya.

"Kasihan sama yang paling kecil, ibunya sudah tidak ada lagi," ucap Andre menarik nafas panjang mencoba menguatkan diri.

Setegar-tegar seorang pria akan sedih juga ditinggal istri selamanya. Begitu juga Andre yang sangat terpukul karena istrinya meninggal setelah berjibaku dengan jambret.

Ia memohon polisi segera mengejar jambret yang membuat istrinya meninggal.

Jenazah Lidia Septiani disemayamkan di rumah duka. Lidia tewas setelah berjibaku dengan jambret di Jalan Husin Basri, kawasan Sako, Palembang, Sabtu (17/8/2019).
Jenazah Lidia Septiani disemayamkan di rumah duka. Lidia tewas setelah berjibaku dengan jambret di Jalan Husin Basri, kawasan Sako, Palembang, Sabtu (17/8/2019). (Tribun Sumsel/Shinta Dwi Anggraini )

"Anak saya kehilangan ibunya. Saya mohon keadilan supaya pelakunya bisa ditangkap dan mendapat hukuman setimpal," kata Andre menahan amrah campur sedih.

Luka Parah di Wajah

Hasil pemeriksaan tim medis Rumah Sakit RK Charitas, Lidia mendapat luka parah di sisi kiri wajahnya akibat benturan cukup keras.

"Ada juga lecet-lecet di dengkul sama patah gigi. Itu yang saya dapat dari orang-orang yang memandikan jenazah adik saya," ucap Radius Susanto (45) di rumah duka.

Ia belum bisa memastikan luka itu didapat setelah motor diterjang jambret dan tubuh adiknya terhempas hebat hingga membentur beton selokan.

"Tapi informasi itu belum bisa dipastikan. Sampai saat ini kami tidak tahu bagaimana kronologi sebenarnya,"sambung dia.

Motor Lidia dan helm tidak hilang. Pada Sabtu malam polisi sempat mendatangi lokasi untuk mengamankan barang-barang dari lokasi kejadian.

"Keluarga sangat berharap pelaku segera ditangkap agar kejadian serupa tidak lagi terjadi," kata dia.

Keluarga sudah memakamkan jenazah Lidia di TPU Kandang Kawat Bukit Lama, Palembang.

Tonton Selengkapnya:

Motor Oleng Bukan Diterjang

Polisi mengolah tempat kejadian perkara tewasnya Lidia.

Kanit Reskrim Polsek Sako, Iptu Firmansyah, membantah kabar yang beredar jika korban tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya jatuh diterjang jambret.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, korban tak mampu mempertahankan keseimbangan kemudi motornya.

"Dugaan yang sempat beredar bahwa korban ditendang pelaku, itu tidak benar," tegas Iptu Firmansyah saat dihubungi Tribunsumsel.com, Senin (19/8/2019).

Menurut dia, Lidia memacu penuh motornya untuk mengejar jambret dan sempat melempar helm ke arah pelaku tapi tak tepat sasaran.

"Berdasarkan keterangan warga yang melihat kejadian itu, jarak korban dan pelaku saat kejar-kejaran itu sekitar 8 meter. Sangat tidak mungkin pelaku bisa menendang motor korban," aku dia.

Setelah mengejar pelaku sekitar 500 meter, tiba-tiba motornya oleng.

"Saat itu korban terjatuh dalam keadaan tersungkur," terang Iptu Firmansyah. (Tribun Sumsel)

Penulis: Y Gustaman
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved