Tak Termasuk Taksi Online, BPTJ: 15 Persen Warga Jabodetabek Telah Menggunakan Transportasi Publik

"Warga Jabodetabek menggunakan kira-kira sekitar 15 persen untuk semua angkutan umum. Tapi tidak termasuk taksi online," katanya.

Tak Termasuk Taksi Online, BPTJ: 15 Persen Warga Jabodetabek Telah Menggunakan Transportasi Publik
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kepala BPTJ Bambang Prihartono saat menghadiri seremoni percobaan JR Trans Jabodetabek di SDC, Summarecon, Kabupaten Tangerang, Rabu (12/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Ketua Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, menyebut sekitar 15 persen warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menggunakan transportasi umum.

Data tersebut, lanjutnya, adalah hasil dari kajian yang dilakukan oleh BPTJ pada 2019.

"Warga Jabodetabek menggunakan kira-kira sekitar 15 persen untuk semua angkutan umum. Tapi tidak termasuk taksi online," kata Bambang, saat acara 'Jalan Hijau' di antara kawasan Terowongan Kendal dan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).

Menurut Bambang, taksi online tak termasuk transportasi umum. Melainkan para transit.

"Karena taksi online ini ini para transit. Kami bicara angkutan umum ya. Bus, MRT, dan Commuter itu angkutan umum," ucap Bambang.

Ratusan Taksi Online Parkir Depan Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan Macet Parah

Dari sekitar 15 persen warga Jabodetabek yang menggunakan transportasi, maka 85 persen sisanya masih menggunakan kendaraan pribadi.

"Delapan puluh lima (85) persen sisanya, masih menggunakan kendaraan pribadi," ujar Bambang.

Jenis kendaraan pribadi yang banyak digunakan, lanjutnya, adalah motor.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved