VIDEO Demo di Kantor BPN Kota Bekasi, Pengunjuk Rasa Saling Dorong dengan Petugas

Massa korban penggusuran Pekayon-Jatiasih menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi.

VIDEO Demo di Kantor BPN Kota Bekasi, Pengunjuk Rasa Saling Dorong dengan Petugas
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Aksi unjuk rasa warga korban gusuran pekayon di Kantor BPN Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Kota Bekasi, Senin (19/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Massa korban penggusuran Pekayon-Jatiasih menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi, di Jalan Chairil Anawar, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (19/8/2019).

Massa yang mengatas namakan dirinya Forum Korban Penggusuran Bekasi (FKPB) ini ingin menuntut kejelasan atas lahan irigasi di Kampung Poncol Bulak, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi yang tiga tahun silam tepatnya 2016 digusur oleh pemerintah setempat.

Demontrasi dimulai dengan sejumlah massa memebentang spanduk dan poster sambil menyuarakan orasi di depan Kantor BPN Kota Bekasi.

Setelah beberapa lama, perwakilan dari Kantor BPN keluar untuk memberikan penjelasan kepada warga dan menampung aspirasi.

Namun, suasana kian memanas ketika massa merasa tidak puas dengan mediasi yang disampaikan perwakilan Kantor BPN Kota Bekasi.

Mereka menuntut, BPN Kota Bekasi segera mengeluarkan status quo atas lahan irigasi yang saat ini telah rata dengan tanah.

Aksi saling dorong sempat terjadi ketika petugas keamanan berusaha membawa masuk perwakilan Kantor BPN Kota Bekasi ke dalam gedung.

Massa yang masih belum puas dengan hasil mediasi justru berusaha merangsek masuk.

Suasana kemudian dapat dikendalikan setelah beberapa pengunjuk rasa saling menenangkan massa yang mulai kalap.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved