Anak Pencari Suaka Diduga Jadi Korban Prositusi, Komnas PA Bakal Tuntut UNHCR 

Dirinya menyebut kasus ini tengah diproses Polres Metro Jakarta Barat.

Anak Pencari Suaka Diduga Jadi Korban Prositusi, Komnas PA Bakal Tuntut UNHCR 
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait saat meninjau lokasi pengungsian para pencari suaka. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait menyebut ada dua anak pencari suaka yang menjadi korban dugaan praktik prostitusi.

Dirinya menyebut kasus ini tengah diproses Polres Metro Jakarta Barat.

"Ada dua anak dan ini sedang digali oleh Polres Jakarta Barat dan polisi akan membuka tabir kenapa anak itu ada di luar pengungsian," kata Arist di gedung pengungsian Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (20/8/2019).

Menurutnya, apabila benar kedua anak pencari suaka asal Afghanistan berusia 17 dan 15 tahun itu dijadikan pekerja seks, maka ia akan menuntut UNHCR selaku badan yang bertanggungjawab menangani para pencari suaka.

"Itu tandanya UNHCR gagal melindungi hak anak," kata Arist.

Diketahui, ada dua anak pencari suaka asal Afghanistan berisinial H (17) dan S (15) yang tertangkap dalam razia Satpol PP dan pihak imigrasi di sebuah kamar kos atau penginapan di bilangan Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Rabu (31/7/2019).

"Makanya kita harus cari siapa yang memfasilitasi itu. Enggak mungkin anak remaja keluar dari sini tanpa ada orang yang memanfaatkan, karena mereka ini adalah korban," ujarnya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved