Rusuh di Papua

Bahas Isu Perusakan Bendera & Rusuh di Papua, Haris Azhar: Tak Bisa Dilihat Sebagai Peristiwa Kecil

Aksi massa yang terjadi di Manokwari, Sorong, dan Jayapura itu diduga buntut dari dugaan persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Bahas Isu Perusakan Bendera & Rusuh di Papua, Haris Azhar: Tak Bisa Dilihat Sebagai Peristiwa Kecil
(KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN)
Sejumlah polisi menggunakan perisai mendobrak dan menjebol pintu pagar Asrama Papua Surabaya di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kerusuhan yang terjadi di Papua menuai sorotan dari berbagai pihak.

Aksi massa yang terjadi di Manokwari, Sorong, dan Jayapura itu diduga buntut dari dugaan persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Pegiat HAM, Haris Azhar mengatakan bahwa aksi massa pada Senin (19/8/2019) kemarin merupakan suatu persoalan yang cukup serius bagi bangsa Indonesia.

"Di saat sedang merayakan 74 tahun kemerdekaan ternyata ada praktik rasisme," ujar Haris Azhar seperti dikutip TribunJakarta dari YouTube tvOnenews, Selasa (20/8/2019).

"Ini juga sebetulnya tidak bisa dilihat sebagai perisitiwa kecil yang terjadi ga bisa," tambahnya.

Menurutnya, rasisme adalah sesuatu yang sangat dibenci masyarakat global.

"Bahkan dalam banyak perisitiwa kalau lihat sejarah rasisme ini justru merubah tatanan menuju suatu pembaharuan," jelasnya.

Haris Azhar pun menyebut bahwa opini yang saat ini sedang dibangun yakni seolah-olah ada kejadian perusakan bendera hingga terjadi pengepungan asrama mahasiswa Papua.

"Kita gak clear sampai hari ini, gak jelas siapa yang buang bendera di mana dari video yang beredar itu siapa yang sudah periksa? di mana peristiwa itu terjadi, siapa yang melakukan, dan harus ditanya kenapa melakukan hal tersebut, bukan didatangi dikepung," tuturnya.

"Jika itu memang dianggap sebuah pelanggaran hukum harusnya tatacaranya seperti apa, kenapa datangnya harus pake senjata lengkap ramai-ramai," tambahnya.

Polisi Sebut Kebakaran Terjadi di Ruang Bawah Tanah Polda Metro Jaya, Ini Isinya

Anak Jadi Korban Pembunuhan Sekeluarga di Banten, Tangis Sang Ayah: Namanya Juga Panggilan Allah

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved