Breaking News:

Kisah Osman, Pelopor Melukis Cepat di Pasar Baru: Dibayar Rp 1,5 Juta Satu Lukisan

Berkat ajakan temannya itu, Omen pun banting setir menjadi pelukis jalanan di pinggir Kali Pasar Baru.

TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Pelukis Pasar Baru, Osman E Basuki (50) pada Selasa (20/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Sejak tahun 1995, Osman Effendi (50) telah memulai karirnya sebagai pelukis jalanan di pinggir Kali Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Ia memulai karirnya sebagai pelukis jalanan berawal dari seorang teman yang membujuknya.

Temannya telah melihat bakat melukis ada di dalam diri Omen.

Awalnya, Osman atau akrab disapa Omen itu sering melukis di waktu senggang saat bekerja sebagai pembuat liontin dari perak di Pasar Baru

Namun dari semua pekerjaan yang pernah ia geluti, mulai jadi pembuat liontin hingga pengrajin tas kulit, ia merasa pendapatannya tak seberapa.

Berkat ajakan temannya itu, Omen pun banting setir menjadi pelukis jalanan di pinggir Kali Pasar Baru.

Omen pun terkenang saat awal mula dirinya menjual jasa lukisnya.

Seorang pelanggan pertama memintanya melukis wajah bayi yang belum ada fotonya.

Ia harus berimajinasi sendiri wajah bayi yang diminta oleh pelanggan itu.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved