Tingkat Polusi di Tangerang Berbahaya Bagi Tumbuhan, Bagaimana untuk Manusia dan Hewan?

Kualitas udara di Kota Tangerang tidak bagus untuk tumbuhan tapi tidak berbahaya bagi kesehatan manusia dan hewan.

Tingkat Polusi di Tangerang Berbahaya Bagi Tumbuhan, Bagaimana untuk Manusia dan Hewan?
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Benteng Betawi, Kota Tangerang yang menunjukan angka 68, Selasa (20/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kualitas udara di Kota Tangerang tidak bagus untuk tumbuhan tapi tidak berbahaya bagi kesehatan manusia dan hewan.

Karena tingkat polusinya berada pada kategori sedang dalam rentang nilai 68 berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

Dilansir dari situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kualitas udara dalam kategori sedang dapat berpengaruh pada tumbuhan sensitif dan nilai estetika.

Namun, tidak berdampak pada kesehatan manusia dan hewan.

Sedangkan, Kepala DLH Kota Tangerang Dedi Suhada mengatakan, polusi di kota seribu industri tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan.

Walau pun Kota Tangerang termasuk kota yang padat kendaraan bermotor.

"Untuk polusi di Kota Tangerang masih terbilang aman, karena dari mesin Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) polusi terbilang sedang diangka 68. Jadi kita pastikan tidak akan ada masalah untuk polusi di Kota Tangerang," ujar Dedi saat dikonfirmasi, Selasa (20/8/2019).

Ia menambahkan, DLH Kota Tangerang mempunyai mesin ISPU sebanyak dua unit yang terpasang di Jalan Benteng Betawi dan di wilayah Ciledug.

Melalui mesin ISPU, DLH Kota Tangerang bisa mengetahui kualitas polusi yang menyelimuti Kota Tangerang.

"Kita pasang di lokasi yang memang padat transportasinya, hal itu untuk mempermudah kita mengetahui ketebalan polusi di Kota Tangerang. Setiap hari ada petugas DLH yang melakukan pencatatan hasil dari mesin ISPU itu," ungkap Dedi.

Tidak bergantung pada mesin ISPU, DLH juga melakukan pengecekan secara cara manual untul mengecek kadar polusi.

Kata Dedi, alat pengecekan tersebut berjumlah 37 unit yang tersebar di 13 Kecamatan di Kota Tangerang.

Makanan Hadiah Lomba Tujuh Belasan Diduga Jadi Penyebab Keracunan Siswa di Bekasi

Bocah Cianjur Kerap Tarik & Gigit Hewan Tetangga Sampai Mati, Sang Ibu: Saya Hanya Bisa Minta Maaf

Hasil dari alat tersebut nantinya akan dilaporkan ke DLH melalui pihak ketiga yakni laboratorium yang bekerja sama dengan DLH untuk melaporkan hasil uji lab polusi di setiap Kecamatan.

"Selain menggunakan mesin ISPU, pengecekan juga dilakukan dengan cara manual. Karena di setiap Kecamatan juga harus dilakukan pengecekan polusinya untuk mengetahui seberapa tebal polusi yang terjadi di masing-masing Kecamatan," beber Dedi.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved