Calon Ketum PSSI Kritisi Banyaknya Pemain Naturalisasi yang Sudah Tua di Sepak Bola Indonesia

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu sudah melakukan kajian jika program naturalisasi itu tidak bisa membantu persepakbolaan Indonesia.

Calon Ketum PSSI Kritisi Banyaknya Pemain Naturalisasi yang Sudah Tua di Sepak Bola Indonesia
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Bakal calon Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan usai kunjungan ke stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Senin (16/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Bakal calon Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan mengaku terkejut dengan banyak pemain naturalisasi yang sudah tua di sepak bola Indonesia.

Para pemain naturalisasi yang banyak beredar di sepak bola Indonesia rata-rata memiliki umur di atas 30 tahun.

Program naturalisasi diyakini tidak bisa berjalan efektif bagi persepakbolaan Indonesia, khususnya Timnas Indonesia.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu sudah melakukan kajian jika program naturalisasi itu tidak bisa membantu persepakbolaan Indonesia.

"Setelah saya bedah, ternyata banyak pemain naturalisasi yang umurnya sudah tua. Yang sudah di akhir kariernya dibawa ke kita. Ini yang dilakukan sangat tidak maksimal," ucap Iwan Bule saat ditemui di Paparons, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019).

Mochamad Iriawan Punya Cara Ampuh Balikan Kepercayaan Masyarakat Indonesia dengan Pengurus PSSI

Umur pesepakbola naturalisasi yang sudah tua tidak bisa memberikan banyak kontribusi bagi Timnas Indonesia.

"Saya tanya, ada kemajuan timnas karena pemain naturalisasi. ada yang bisa jawab. ada nggak? kalau saya sudah ada jawabannya. baik itu menjadi catatan saya," papar Iwan.

Mantan Kapolda Jawa Barat itu lebih ingin mendorong para pemain lokal lebih maju dibandingkam mengandalkan pemain naturalisasi.

"Yang jelas tidak akan ada penambahan. Kalau ada pemain kita yang lebih bagus harus kita majukan. Yang jelas kalau ditambah tidak mungkin. Bisa jadi dihapuskan kalau pemain nasional kita banyak yang sudah bagus," tutur pria kelahiran Jakarta tersebut.

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved