Gara-gara Dituduh Pelakor, Pelajar Wanita di Bekasi Dikeroyok Seniornya

Kejadian terjadi pada Rabu, (14/8/2019) sekitar pukul 13.00 WIB di sebuah taman dekat Polder Perumahan Danita di Jalan Irigasi, Kecamatan Bekasi Timur

Gara-gara Dituduh Pelakor, Pelajar Wanita di Bekasi Dikeroyok Seniornya
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
GL (tengah) bersama kedua orangtuanya saat dijumpai di rumahnya di Bekasi Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Pelajar wanita berinisial GL (16), asal Bekasi Utara, dikeroyok oleh tiga orang seniornya, kejadian ini ditengarai gara-gara korban dituduh perebut laki orang (pelakor). Aksi pengeroyokan sempat direkam dan tersebar dikalangan siswa.

GL merupakan siswa kelas 10 SMK salah satu sekolah di Bekasi Timur, pelaku pengeroyokan berinisial D, alumni sekolah tempat korban menuntut ilmu, A kakak kelas satu tingkat di atas korban dan satu pelaku lagi yakni P, berasal dari luar yang tidak memiliki kaitan dengan sekolah.

Kejadian terjadi pada Rabu, (14/8/2019) sekitar pukul 13.00 WIB di sebuah taman dekat Polder Perumahan Danita di Jalan Irigasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Seorang Siswi di Bekasi Dikeroyok Seniornya, Video Tersebar Lewat WA

GL saat dijumpai dikediamannya di Jalan Raya Perjuangan, Kelurahan Harapan Baru, RT01/04, Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi, menuturkan, aksi ini dipicu lantaran dia dituduh telah merebut kekasih atau suami dari pelaku D.

Sumai atau kekasih D kata GL beberapa waktu lalu sempat berusaha mendekati dan meminta nomor telepon melalui media sosial facebook. Hal ini rupanya diketahui pelaku D hingga membuat dia murka hingga terjadi aksi pengeroyokan.

"Cowoknya (pelaku D) minta nomor WA (whatsapp) saya, tapi saya enggak kasi, tapi ceweknya marah saya dituduh merusah rumah tangga orang," kata GL dikediamannya, Rabu (21/8/2019).

GL sebelum aksi pengeroyokan sempat beberapa kali dihubungi pelaku D, dia diminta untuk bertemu untuk membahas masalah tuduhan perusak rumah tangga. Namun karena korban merasa tidak bersalah dan tidak meladenin apa yang hendak diminta kekasih D, ia tidak pernah menggubris ajakan itu.

"Saya enggak tahu, orang cowoknya minta nomor WA aja enggak saya ladenin, enggak pernah tahu saya dia udah nikah apa cuma pacaran,' jelas GL.

Sampai akhirnya, D bersekongkol dengan pelaku lain untuk merencanakan aksi pengeroyokan. Ketika itu, korban diajak oleh seorang teman kelasnya ke sebuah warung, dari situ dia langsung ditemui oleh ketiga pelaku dan dibawa ke sebuah taman.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved