Ini Alasan Sejumlah Penjahit Keliling Pilih Mangkal di Jalan H Ali Kramat Jati

Diketahui di lokasi tersebut terdapat belasan pe jahit dengan sepeda yang dilengkapi papan sejak beberapa tahun lalu.

Ini Alasan Sejumlah Penjahit Keliling Pilih Mangkal di Jalan H Ali Kramat Jati
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana sejumlah penjahit di Jalan H Ali Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sejumlah penjahit yang mangkal di Jalan H Ali Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur enggan tawarkan jasa keliling lagi.

Diketahui di lokasi tersebut terdapat belasan pe jahit dengan sepeda yang dilengkapi papan sejak beberapa tahun lalu.

Pada awalnya tak banyak penjahit yang memilih mangkal di lokasi tersebut. Setelah banyak yang tahu jumlahnya semakin bertambah.

Sadiri (31) salah satu penjahit menegaskan enggan berkeliling kembali layaknya 4 tahun lalu. Dirinya kadung merasa nyaman dan banyak orang yang tau bahwa di lokasi terdapat banyak penjahit.

"Saya tinggal dekat sini juga. Keluar rumah tujuan jelas ke sini. Udah gitu banyak orang yang tau. Jadi kalau keliling bisa jadi orang-orang banyak yang pilih ke sini," terangnya di lokasi, Rabu (21/8/2019).

Suasana sejumlah penjahit di Jalan H Ali Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur
Suasana sejumlah penjahit di Jalan H Ali Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Beberapa tahun merasakan mangkal, ia tahu betul pengahasilan ketika berkeliling dengan mangkal. Baginya hasilnya justru tidak terpaut jauh jika dihitung dengan pengeluaran untuk makan.

"Memang kadang dapat uangnya gedean pas keliling. Tapi kan belum tentu juga. Namanya rezeki enggak ada yang tau. Seandainya gede dikurangi rokok dan makan. Belum lagi capeknya pas gowes sepeda," tambahnya.

Rohim, penjahit lainnya juga mengatakan hal senada. Ia memilih bertahan di lokasi ketimbang keliling.

"Pilih di sini aja. Kalau keliling belum lelahnya. Pelanggan juga udah banyak yang tau saya di sini mangkalnya. Makanya kalau keliling lagi, kasohan mereka jadi nyariin juga," ucapnya.

Para penjahit ini biasa mangkal di lokasi yang sama sekitar pukul 09.00 WIB hingga menjelang magrib.

Sejumlah penjahit mengatakan paling sedikit mereka bisa mengantongi Rp 100 sampai Rp 200 ribu perharinya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved