Janda Polisi Divonis Mati Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Ibu dan Anaknya, Keluarga Korban Ucapkan Ini

Seorang janda polisi divonis mati, delapan bulan berlalu setelah Ponia (31) dan Selvia (13) dibunuh, mayatnya dilempar dari Jembatan Endikat.

Janda Polisi Divonis Mati Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Ibu dan Anaknya, Keluarga Korban Ucapkan Ini
Tribun Sumsel
Tiga pembunuh ibu dan anaknya, Riko Apriadi dan Jefri mengapit Tika saat diwawancarai khusus tim Tribun Sumsel di Polres Pagaralam. 

TRIBUNJAKARTA.COM, PAGARALAM - Delapan bulan berlalu, setelah Ponia (31) dan Selvia (13) dibunuh, mayatnya dilempar dari Jembatan Endikat, seorang janda polisi divonis mati.

Tika Herli (31) sudah meyakini hukuman mati pada akhirnya akan datang juga, sebelum benar-benar hakim menjatuhkan vonis itu pada Selasa (20/8/2019).

"Keputusan ini sudah sesuai dengan harapan keluarga besar," ungkap Ida (50) selesai mengikuti vonis dua pembunuh anak dan cucunya di Pengadilan Negeri Kota Pagaralam.

Perempuan berparas cantik, berkulit putih itu kadung sakit hati sehingga merencanakan menghabisi Ponia, sahabat dekatnya.

Ucapan Ponia kepada teman-teman tentang siapa yang berutang Rp 86 juta, membuat Tika menyimpan dendam. Faktanya, Ponia lah yang berutang tapi baru dibayar Rp 35 juta.

SIDANG VONIS pembunuhan ibu dan anak dengan terdakwa Tika Herli (31) dan Riko Apriadi (22) di Pengadilan Negeri Kota Pagaralam, Selasa (20/8/2019), dihadiri keluarga korban.
SIDANG VONIS pembunuhan ibu dan anak dengan terdakwa Tika Herli (31) dan Riko Apriadi (22) di Pengadilan Negeri Kota Pagaralam, Selasa (20/8/2019), dihadiri keluarga korban. (Tribun Sumsel/Wawan Septiawan)

Vonis mati turut dijatuhkan hakim Pengadilan Negeri Kota Pagaralam kepada Riko Apriadi (20), kerabat jauh Tika yang bertugas sebagai eksekutor.

Hakim ketua Martin Helmi dan dua hakim anggota Agung Hartanto dan Raden Anggara memutus Tika dan Riko memenuhi unsur Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Satu pembunuh bayaran lainnya yang lebih dulu disidang adalah keponakan Tika, Jefri (17), dengan imbalan uang Rp 5 juta, tapi hanya divonis 10 tahun. Imbalan yang sama diterima Riko.

Terhitung setelah vonis diketuk, Tika dan Riko masih punya tujuh hari untuk menimbang, apakah menerima atau menolak putusan majelis hakim.

Korban Pernah Cemburu

Halaman
1234
Penulis: Y Gustaman
Editor: Y Gustaman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved