Ibadah Haji 2019

Lebih Lama dari Indonesia, Ternyata Antrian Keberangkatan Haji di Turki Mencapai 25 Tahun

Lama antrian atau masa tunggu keberangkatan haji menjadi isu sensitif bukan hanya bagi Indonesia tetapi juga Turki.

Lebih Lama dari Indonesia, Ternyata Antrian Keberangkatan Haji di Turki Mencapai 25 Tahun
Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019
Kunjungan Dirjen Haji dan Umrah Turki, Ramzi Birjan, ke kantor Urusan Haji Indonesia di Makkah, Selasa (20/8/2019). Turki melakukan studi banding pengelolaan haji Indonesia. (Tribunnews/Muhammad Husain Sanusi/MCH2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKKAH - Tak hanya di Indonesia, antrian panjang keberangakatan haji juga terjadi di negara Turki.

Lama antrian atau masa tunggu keberangkatan haji menjadi isu sensitif bukan hanya bagi Indonesia tetapi juga Turki.

Meski warga muslimnya tak sebanyak Indonesia ternyata antrian haji di Turki ternyata lebih lama dari Indonesia.

“Masa tunggu jemaah haji Turki juga lama, jumlah pendaftar haji mereka hanya 2,5 juta dibagi kuota haji yang mereka dapatkan dari pemerintah Arab Saudi sebesar 80 Ribu ketemunya antrian per jemaah 25 tahun. Jadi lebih panjang Turki dari Indonesia. Kita kan 19 tahun,” kata Dirjen Pengelolaan Haji Dan Umrah Indonesia, Nizar Ali, di kantor Daker Makkah, Selasa (20/8/2019).

Janda Polisi Divonis Mati Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Ibu dan Anaknya, Keluarga Korban Ucapkan Ini

Seluruh Jemaah Haji Kloter 1 dan 2 Debarkasi Jakarta Pondok Gede Sudah Pulang ke Tanah Air

Turki sebagaimana diketahui melakukan kunjungan ke kantor urusan haji Indonesia yang di Makkah untuk melakukan studi banding terkait pengelolaan haji Indonesia, yang mereka nilai sangat sukses dengan jumlah jemaah haji terbesar dunia.

“Alhamdulillah, Kita diberi kehormatan dari Turki untuk tukar informasi mungkin yang kedua, setelah Malaysia baru kita karena kita dipandang pengelola ibadah haji yang rumit karena dari sisi jumlah jemaah haji yang datang ke sini terbesar di dunia. Lalu kita juga dikenal jamaah haji yang paling tertib paling penurut sehingga ini mereka butuh belajar dan hal-hal yang lain saya rasa perlu diketahui Turki dari kita,” kata Nizar Ali.

Nizar Ali memperoleh informasi terkait kuota 80 ribu yang didapatkan Turki dari Pemerintah Arab Saudi, terbagi 50 ribu jemaah haji reguler, kemudian 30 ribu jemaah haji khusus. 

Layanan Istimewa & Mewah Buat Jemaah Haji Indonesia di Bandara Jeddah Sebelum Pulang ke Tanah Air

Dengar Ada Kerusuhan, Jemaah Haji Asal Papua Serentak Berdoa dan Sampaikan Pesan Perdamaian

“Sehingga kalau kita bandingkan ya jamaah haji Turki Ini seperempat kita, reguler terkait dengan ini,” kata Nizar.

Kemudian, jemaah haji asal Turki hanya menempati lima wilayah selama berada di tanah suci, sedangkan Indonesia menempati 7 wilayah karena jumlah jemaahnya lebih banyak. 

Halaman
12
Editor: Muji Lestari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved