Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembacokan yang Tewaskan Satu Orang di Penjaringan

Adegan demi adegan diperagakan mulai dari cekcok antara pelaku dan korban hingga pembacokan yang dilakukan oleh Abdul.

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembacokan yang Tewaskan Satu Orang di Penjaringan
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Polsek Metro Penjaringan menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan berujung kematian, Rabu (21/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Polsek Metro Penjaringan menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan berujung kematian, Rabu (21/8/2019).

Rekonstruksi dilakukan di halaman belakang polsek dengan menghadirkan kedua tersangka, Abdul Rahman (21) dan Abdurrahman Alaydrus (20).

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, Kompol Mustakim menyatakan rekonstruksi digelar dalam 22 adegan.

"Tujuannya untuk meyakinkan jaksa penuntut umum melakukan tuntutan. Kita memperagakan 22 adegan," kata Mustakim.

Adegan demi adegan diperagakan mulai dari cekcok antara pelaku dan korban hingga pembacokan yang dilakukan oleh Abdul.

"Pelaku ketangkap dua orang ini. Sementara DPO juga dua orang. Namun, ini adalah pelaku yang eksekusi langsung dengan celurit," kata Mustakim.

Adapun sebelum rekonstruksi, polisi melakukan pencarian barang bukti senjata tajam yang dibuang pelaku di Pelabuhan Sunda Kelapa.

Namun, polisi tidak menemukan barang bukti itu karena dasar laut yang dipenuhi lumpur.

"Karena kedalaman 5 meter, setelah dilakukan penyelaman oleh Polair, tapi tidak ditemukan karena lumpur hidup," kata Mustakim.

Halaman
123
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved