Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembacokan yang Tewaskan Satu Orang di Penjaringan

Adegan demi adegan diperagakan mulai dari cekcok antara pelaku dan korban hingga pembacokan yang dilakukan oleh Abdul.

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembacokan yang Tewaskan Satu Orang di Penjaringan
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Polsek Metro Penjaringan menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan berujung kematian, Rabu (21/8/2019). 

Abdul Rahman (21) dan Abdurrahman Alaydrus (20) diringkus aparat Polsek Penjaringan usai menjadi pelaku pembacokan berujung kematian.

Para pelaku nekat melakukan aksinya karena kesal korbannya, Gunawan (22), menantang mereka.

Peristiwa pembacokan itu terjadi sekitar pukul 2.30 WIB tanggal 9 Juli 2019 lalu di Jalan Gedong Panjang, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kala itu, kedua pelaku yang mengaku bekerja sebagai penjual roti panggang (ropang) tengah melintas di lokasi sepulang menjaga dagangan mereka.

Abdul, Abdur, dan dua temannya yang masih buron, RDH dan CN, dicegat korban dan segerombolan temannya di sana.

Abdul mengaku ia juga dilempar batu oleh korban sehingga membuatnya kesal.

"Terus saya bilang, kenapa? Dia bilang 'sini lu deketan'. Saya tanya salah saya apa? 'Sini lu deketan'," ucap Abdul saat diekspos di Mapolsek Metro Penjaringan, Rabu (31/7/2019).

Setelah terjadi percekcokan, Abdul yang kesal karena dilempar batu mampir ke Rumah Makan Sinar Minang tak jauh dari lokasi.

Dari sana, ia diberikan celurit oleh CN yang ia pakai untuk membacok korbannya.

Abdul mengaku bahwa ia kesal karena dilempar batu, maka ia membalas perbuatan korban.

Halaman
123
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved