Saksi Gedoran Depok Dolf Jonathans: Keluarga Besar Tewas Terbunuh Lalu Dibawa ke Penjara Paledang

Peristiwa mencekam Gedoran Depok tak pernah hilang dari ingatan Jozua Dolf Jonathans (87.

Saksi Gedoran Depok Dolf Jonathans: Keluarga Besar Tewas Terbunuh Lalu Dibawa ke Penjara Paledang
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Dolf Jonathans (87) di kediamannya Jalan Melati Nomor 3 pada Rabu (21/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS -Peristiwa mencekam Gedoran Depok tak pernah hilang dari ingatan Jozua Dolf Jonathans (87) yang menjadi saksi tragedi kekejaman para 'oknum' pemuda yang membantai sanak saudaranya.

Gedoran Depok pecah saat Bung Karno dan Bung Hatta telah memproklamasikan kemerdekaan dua bulan setelahnya.

Tepatnya pada bulan Oktober 1945, tragedi malang menimpa sanak saudara Dolf yang berasal dari marga keluarga Jonathans.

Para pemuda yang benci dengan hal-hal berbau asing, terutama Belanda menyerang saudara Dolf yang sudah dikenal sebagai keturunan budak tuan Cornelis Chastelein asli Belanda.

Saat itu, kenang Dolf, pamannya dan keluarganya tewas mengenaskan dibantai oleh para pemuda.

Jasad saudara-saudara Dolf itu pun, katanya, dicebloskan ke dalam sumur di bilangan Jatinegara.

"Jadi keluarga besar paman saya tewas semua dibunuh," terangnya saat ditemui TribunJakarta.com di kediamannya pada Rabu (21/8/2019).

Menurut Dolf, pamannya saat itu tewas di tangan para pemuda lantaran disangka merupakan orang yang bekerja sama dengan Belanda.

Mengingat, banyak warga Depok keturunan budak Chastelein bekerja di Binnenlands Bestuur (pemerintahan dalam negeri) kala itu.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved