Siswi SMK Korban Pengeroyokan di Bekasi Dikenal Pendiam dan Tidak Pernah Buat Onar

"Anaknya emang pendiam dia, enggak pernah mau cerita kalau ada apa-apa, di rumah juga dia enggak pernah kemana-mana pulang sekolah ya di rumah.

Siswi SMK Korban Pengeroyokan di Bekasi Dikenal Pendiam dan Tidak Pernah Buat Onar
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
GL (tengah) bersama kedua orangtuanya saat dijumpai di rumahnya di Bekasi Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Siswa SMK di Bekasi berinsial GL (16) yang menjadi korban pengeroyokan oknum seniornya dikenal pendiam dan tidak pernah berbuat onar.

Saking pendiamnya, usai kejadian korban tidak pernah mengadu kepada kedua orangtua.

Eko Susanti ibunda GL mengatakan, anak boantot dari tiga orang bersaudara ini memang sosok yang irit bicara. Apalagi ketika untuk urusan masalah, dia sama sekali tidak pernah cerita kepada keluarga.

"Anaknya emang pendiam dia, enggak pernah mau cerita kalau ada apa-apa, di rumah juga dia enggak pernah kemana-mana pulang sekolah ya di rumah aja jarang keluar," kata Eko saat dijumpai dikediamannya, di Jalan Raya Perjuangan, Bekasi Utara, Rabu (21/8/2019).

GL selama ini juga tidak pernah berbuat onar apalagi sampai terlibat perkelahian, setiap hari berangkat dan pulang sekolah dia selalu dijemput ayahnya menggunakan sepeda motor.

"Baru kali ini sampai dipukulin kaya gini, sebelumnya baik-baik aja dari jaman SMP, masuk sekolah di SMK dia kelas 10, baru sekitar dua bulan," ungkapnya.

Sementara itu, Ali Sadikin, ayah GL mengungkapkan, anak gadisnya memang sosok pendiam. Dia bahkan baru mengetahui kejadian pengeroyokan dari seorang tetangga yang mendapat rekaman video.

"Abis kejadian dia enggak pernah mau cerita, pulang kerumah masuk kamar, pas ditanya enggak mau cerita kenapa enggak mau sekolah sampai akhirnya saya dikasi liat video (pengeroyokan)," jelas dia.

Kejadian pengeroyokan terjadi pada Rabu, (14/8/2019) sekitar pukul 13.00 WIB di sebuah taman dekat Polder Perumahan Danita di Jalan Irigasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Pelaku pengeroyokan berinisial D, alumni sekolah tempat korban menuntut ilmu, A kakak kelas satu tingkat di atas korban dan satu pelaku lagi yakni P, berasal dari luar yang tidak memiliki kaitan dengan sekolah.

Aksi ini dipicu lantaran korban dituduh telah merebut kekasih atau suami dari pelaku D. Sumai atau kekasih D kata GL, beberapa waktu lalu sempat berusaha mendekati dan meminta nomor telepon melalui media sosial facebook. Hal ini rupanya diketahui pelaku D hingga membuat dia murka hingga terjadi aksi pengeroyokan.

Sampai akhirnya, D bersekongkol dengan pelaku lain untuk merencanakan aksi pengeroyokan. Ketika itu, korban diajak oleh seorang teman kelasnya ke sebuah warung, dari situ dia langsung ditemui oleh ketiga pelaku dan dibawa ke sebuah taman.

Seketika ketiga pelaku langsung menganiaya GL dengan cara dijambak, dicekik hingga didorong. Setelah itu, dari rekaman video terlihat korban duduk disebuah teras taman dan tiga orang pelaku menganiaya secara bergantian.

GL ditendang dibagian bahu sebelah kiri, lalu dipukul menggunakan sendal secara bertubi-tubi dan ditampar pada bagian pipi. Video berdurasi 30 detik itu memperlihatkan GL yang tidak berdaya dan menangis sambil tertunduk ketika senior mengeroyoknya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved