Suami Gantung Diri Saat Istri Beli Sayuran: Diduga Depresi, Pernah 2 Kali Coba Hilangkan Nyawa

Seorang istri mendapati suaminya gantung diri di rumahnya setelah membeli sayur ke warung.

Suami Gantung Diri Saat Istri Beli Sayuran: Diduga Depresi, Pernah 2 Kali Coba Hilangkan Nyawa
Suryamalang.com
Kastum (54), warga Desa Sumberagung Kecamatan Plumpang, Tuban, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Selasa (20/8/2019) sekitar pukul 10.50 WIB. 

Pada pukul 11.00, Yuli pulang dan menemukan kakanya telah tergantung di teras rumahnya.

"Kami langsung datang ke TKP dan memasang garis polisi untuk evakuasi dan identifikasi, saat ini sudah dilepas. Korban gantung diri menggunakan tali tambang. Saat ini tali tambang sebagai barang bukti," katanya, Kamis (15/8/2019).

Saat pemeriksaan, dokter tidak menemukan adanya bukti kekerasan fisik. Sehingga dugaan sementara korban meninggal karena bunuh diri.

"Tidak ada bukti kekerasan, lidahnya menjulur, berdarah karena digigit, keluar cairan sperma. Itu ciri-ciri orang yang gantung diri, dari dokter juga tadi mengatakan demikian,"lanjutnya.

Pihak kepolisian belum mengetahui alasan, Budi mengakhiri hidupnya, sebab tidak ada surat yang ditinggalkan.

Dugaan sementara, Budi mengakhiri hidupnya akibat depresi karena penyakitnya tidak sembuh-sembuh. Korban sempat menjalani observasi di RS Puri Nirmala pada Maret lalu, dan masih kontrol rutin

Dosen Jenius

Tidak banyak yang tahu, sosok Budi Setiyanto, dosen Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, UGM yang meninggal pada Kamis (15/8/2019) kemarin, ternyata dikenal sebagai dosen jenius di mata teman dan mahasiswanya.

Ia dikenal sebagai dosen dengan penguasaan ilmu yang mumpuni dan ahli di bidang telekomunikasi dan menulis beberapa buku terkait ilmu tersebut.

“Di kalangan mahasiswa ia dikenal sebagai ahli ilmu dasar, seperti kalkulus, medan listrik magnet dan pengolahan isyarat,” tutur teman satu angkatan almarhum, Ir Lukito Edi Nugroho, M. Sc., Ph. D., Jumat (16/8/2019).

Menurut Lukito, ilmu-ilmu tersebut selalu dapat dijelaskan oleh almarhum dengan mudah.

Bahkan, Lukito sempat mengenang ketika zaman kuliah dulu almarhum pernah mengajarinya tentang materi teori fungsi variabel kompleks dan mata kuliah yang sulit lainnya.

“Cara menjelaskannya membuat sesuatu yang rumit terlihat lebih sederhana,”  urainya.

Sementara itu, teman almarhum lainnya, Eka Firmansyah, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., yang juga menjabat Kepala Unit Pengembangan SDM Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi mengakui almarhum sempat mengalami gangguan syaraf dan keseimbangan hormonal.

Inilah yang mengakibatkan kondisi emosinya menjadi tidak stabil.

“Beliau dalam pengobatan dokter dan tengah cuti untuk berobat selama 3 bulan,”papar Eka.

Meninggalnya almarhum Budi Setiyanto juga membuat kehilangan seluruh sivitas akademika khususnya di Fakultas Teknik.

Dekan Fakultas Teknik, Prof Nizam, juga melihat sosok almarhum adalah sosok yang cerdas, sederhana dan bersahaja.

“Banyak karya akademisnya di jurnal dalam negeri maupun internasional. Tahun lalu beliau selesai S3 dengan hasil cumlaude. Kami semua kehilangan rekan kerja yang sangat baik,”kata Nizam.

Sebelumnya diberitakan, seorang Dosen Fakultas Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM) ditemukan meninggal gantung diri di teras rumahnya, di daerah Nyutran, Wirogunan, Mergangsan.

Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (15/8/2019) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Kapolsek Mergangsan, Kompol Tri Wiratmo, membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan korban diketahui atas nama Budi Setiyanto (55), yang ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB.

"Kami langsung datang ke TKP dan memasang garis polisi untuk evakuasi dan identifikasi, saat ini sudah dilepas. Korban gantung diri menggunakan tali tambang. Saat ini tali tambang sebagai barang bukti," katanya, Kamis (15/8/2019).

Saat pemeriksaan, dokter tidak menemukan adanya bukti kekerasan fisik. Sehingga dugaan sementara korban meninggal karena bunuh diri.

Pihak kepolisian belum mengetahui alasan, Budi mengakhiri hidupnya sebab tidak ada surat yang ditinggalkan.

Dugaan sementara, Budi mengakhiri hidupnya akibat depresi karena penyakitnya tidak sembuh-sembuh. Korban sempat menjalani observasi di RS Puri Nirmala pada Maret lalu, dan masih kontrol rutin.

Dosen Teknik Elektro

Budi Setyanto diketahui sebagai dosen aktif di departemen Teknik Elektro UGM.

Budi Setiyanto memang tercatat sebagai dosen di Fakultas Teknik, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi.

Dilihat dari latar belakang pendidikannya, Budi Setiyanto ternyata mengenyam pendidikan di tempatnya bekerja.

Ia merupakan master juga doktor lulusan UGM.

Pada sebuah artikel yang dimuat laman resmi UGM, dituliskan pula Budi Setiyanto merupakan doktor lulusan Teknik Elektro.

Ternyata jejaknya sebagai akademisi tergolong sangat cerdas dan membanggakan.

Ia termasuk lulusan terbaik yang berhasil memiliki IPK 4,00 dan berpredikat cum laude.

Selain itu, Budi Setiyanto tercatat sebagai mahasiswa S3 yang lulus dalam waktu paling singkat di antara yang lainnya.

Ia pun berhasil masuk menjadi 3 lulusan terbaik pascasarjana UGM saat wisuda, pada 19 April 2018.

Selain itu, jejak digital lain pun berupa karya ilmiah dari hasil pemikirannya sebagai akademisi.

Ditemukan sejumlah jurnal ilmiah hasil penelitiannya.

Di Google Scholar, ia memiliki akun bernama Budi Setiyanto yang terdaftar melalui email domain UGM.

Akunnya terverifikasi sebagai dosen teknik elektro.

Terhitung, ada 38 artikel yang sudah diterbitkan.

10 Hari Lagi Kekeringan di Kabupaten Tangerang Masuk Siaga 1

Pemprov DKI Kasih Intensif Parkir Lebih Murah Bagi Kendaraan Lolos Uji Emisi

Lebih Baik Pertahankan Pohon Ketimbang Tanam Pohon Baru untuk Perbaiki Polusi Udara Jakarta

3 Polisi Terbakar Saat Demo Mahasiswa di Cianjur: Aksi Pelajar SMK Peluk dan Beri Minum Aiptu Erwin

UPDATE Viral Video Mesum Vina Garut: Pemeran Pria Kelainan Seksual Hingga Jual Mantan Istri

Klarifikasi Pihak Kampus

Kepala Bagian humas dan Protokoler UGM, Dr Iva Ariani, membenarkan bahwa korban memang dosen aktif UGM.

Almarhum adalah dosen di program studi Teknik Elektro UGM.

“Memang benar ada kabar duka itu, pertama dari berita di grup lalu kami coba cek data administrasi. Benar almarhum dosen FT UGM," ujar Iva saat dihubungi wartawan.

Menurut informasi pihak kampus, almarhum memang memiliki riwayat gangguan kesehatan.

Kendati demikian, belum diketahui secara pasti motif di balik almarhum dosen UGM itu nekat mengakhiri hidupnya.

"Kita tunggu hasil pemeriksaan kepolisian, kita akan infokan nanti selanjutnya," kata Iva. (TribunJogja.com)

Penulis: Siti Nawiroh
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved