Warga Minta Pemprov DKI Pastikan Bidang yang Terdampak Normalisasi Ciliwung

"Isu penggusuran itu kan rawan, mendingan kalau sudah pasti baru sosialisasi. Kalau sudah jelas di mananya yang kena kan lebih enak," kata Eko.

Warga Minta Pemprov DKI Pastikan Bidang yang Terdampak Normalisasi Ciliwung
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Permukiman warga RW 05 Kelurahan Balekambang di bantaran Sungai Ciliwung, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (21/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Ketua RT 05/RW 05 Kelurahan Balekambang, Eko Sulistyo (37) mengaku tak masalah dengan belum adanya sosialisasi proyek normalisasi Sungai Ciliwung yang dilanjutkan tahun 2020.

Menurutnya pemerintah lebih baik memastikan bidang lahan mana saja yang terdampak sebelum melakukan sosialisasi dan pemberian besaran uang ganti rugi.

Eko lebih mempertanyakan kenapa hingga kini Pemprov DKI Jakarta belum melakukan pengukuran bidang lahan, padahal tahun 2019 sudah mendekati penghujung.

"Isu penggusuran itu kan rawan, mendingan kalau sudah pasti baru sosialisasi. Kalau sudah jelas di mananya yang kena kan lebih enak," kata Eko di Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (21/8/2019).

Pasalnya proyek normalisasi Sungai Ciliwung yang terhenti tahun 2017 lalu terhenti di tahap sosialisasi sebelum dilakukan pengukuran bidang yang terdampak.

Warga RW 05 Kelurahan Balekambang Belum Dapat Sosialisasi Normalisasi Ciliwung

Setelah terhenti di tahap normalisasi, Eko menuturkan banyak warganya yang tak tenang karena tak tahu pasti apa rumahnya bakal digusur atau tidak.

"Sampai sekarang ini ada warga yang rumahnya rusak karena banjir tapi belum dibenerin. Takut kalau nanti dibenerin ternyata kena gusur, jadi cuman dibenerin seadanya," ujarnya.

Terlepas ketiadaan legalitas rumah warganya yang berada di bantaran Ciliwung, menurutnya tak ada orang yang ingin rumahnya digusur.

Dia berharap Pemprov DKI mengedepankan komunikasi dua arah sebelum melaksanakan pembebasan lahan yang ditarget rampung tahun 2019.

"Siapa sih yang mau sudah punya rumah terus disuruh pindah, di luar resmi enggak resmi. Dikasih pemahaman lah, jangan nanti diukur terus hilang lagi, kalau sudah ada target berapa luas lahan baru ketemu," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf menyatakan ada 118 bidang lahan yang bakal dibebaskan tahun 2019 ini.

"Untuk Kali Ciliwung ada 118 bidang di tahun 2019 (yang akan dibebaskan). Total anggarannya sekira Rp 160 miliar," kata Juaini, Kamis (15/8/2019).

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved