Curahan Hati Musa, Tukang Tambal Ban yang Pernah Ikut Bangun Hotel Indonesia

"Sudah seharian tadi di pinggir jalan, tapi belum ada motor yang menepi. Biasanya memang begitu," kata Musa.

Curahan Hati Musa, Tukang Tambal Ban yang Pernah Ikut Bangun Hotel Indonesia
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Musa (88) tukang tambal ban di pinggir jalan Jenderal Sudirman pada Kamis (22/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Di antara gedung-gedung pencakar langit, duduk Musa (88) di kursi dingklik ditemani sepedanya yang disandarkan pada sebuah dinding.

Suasana di sekitar trotoar tempat Musa duduk, tampak lengang.

Tak banyak para pejalan kaki yang melintasi trotoar itu.

Hanya para pengendara bermotor yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman depan Musa menjual jasanya.

Musa, yang bekerja sebagai tukang tambal ban itu, menunggu para pengendara sepeda motor menepi untuk meminta jasanya membetulkan roda motor.

Namun sejak siang, pria bertopi merah itu mengaku belum mendapatkan pesanan.

"Sudah seharian tadi di pinggir jalan, tapi belum ada motor yang menepi. Biasanya memang begitu," kata Musa saat ditemui TribunJakarta.com pada Kamis (22/8/2019).

Seringnya, lanjut Musa, ia pulang dengan tangan hampa.

Ia bisa mengantongi uang paling besar Rp 50 ribu dalam sehari.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved